Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Jun 2019 22:11 WIB

Lulusan SMK Banyak yang Nganggur, Darmin: Ada yang Tidak Beres

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Wahyu Daniel Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan adanya masalah dalam pendidikan. Khususnya, pada lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Darmin bilang, pendidikan SMK ditempuh selama tiga tahun. Masalahnya, lulusan yang harusnya disiapkan untuk mengisi dunia kerja justru banyak menganggur.

"SMK itu tiga tahun dapat ijazah, tapi anda cek tamatan yang mana paling banyak menganggurnya. Tingkat penganggurannya paling tinggi adalah SMK. Ada yang tidak beres ini," ujarnya di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (26/6/2019).


Sebab itu, Darmin mengatakan, perlu adanya perombakan besar-besaran.

"Harus rombak habis kurikulum, materinya, pengajarnya," ujar Darmin

Dia bilang, industri perlu dilibatkan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) ini. Pertanyaannya, industri mau atau tidak.

"Industri mau nggak? Dia bilang ini beban ini, bikin repot, lama-lama orang yang magang suruh bikin kopi, atau foto copi," ujarnya.


Sebab itu, pemerintah menyiapkan insentif bagi industri yang terlibat dalam pendidikan vokasi. Insentif itu berupa super deduction tax.

"Aturannya, mestinya dalam waktu dekat ditandatangani karena sudah selesai disiapkan. Prinsip dasarnya, kalau dunia industri membantu pemerintah menjalankan atau melaksanakan, atau membantu pendidikan vokasi dengan nilai Rp 1.000 pemerintah akan mengganti dengan Rp 2.000. Tentu tidak duit, itu harus tahu dari awal," paparnya.



Simak Video "Harga Tiket Pesawat Harus Turun Paling Lambat 1 Juli"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com