Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Jul 2019 10:56 WIB

Laporan Keuangan Garuda Cacat, Luhut: Punya Masalah dari Masa Lalu

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Sonia Permata/detikcom Foto: Sonia Permata/detikcom
Jakarta - Laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2018 ditemukan adanya pelanggaran alias cacat. Dengan adanya pelanggaran tersebut, maka maskapai pelat merah ini mendapat sejumlah sanksi.

Menanggapi masalah tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berpesan agar jangan ada kebohongan. Sebab, semua termonitor sehingga lebih transparan.

"Zaman sekarang nggak boleh lagi bohong-bohong. Saya titip semua," katanya saat bincang-bincang dengan media di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Dia melanjutkan, Garuda memang memiliki sejumlah masalah yang ada dari dulu. Masalah itu, seperti harga pesawat yang terlalu mahal hingga tidak efisien.


"Garuda memang sudah punya masalah dari masa lalu, saya berkali-kali sampaikan. Masalah pesawat harganya nggak benar, inefisiensi, kemarin sudah rapatkan dan kemudian sudah selesaikan," tambahnya.

Lantas, apakah masalah laporan keuangan ini juga menjalar ke BUMN lain? Luhut mengatakan, akan memantaunya dengan cermat.


"Kita akan pantau cermat, nggak boleh membohongi diri kita, dengan moles laporan keuangan kita. Saya kira nggak adil. Nggak tahu hukumnya. Kalau ada penyimpangan seperti itu harus hati-hati," ujarnya.

Simak Video "Garuda Indonesia Larang Penumpang Bawa MacBook Pro 15 Inci"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com