Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Jul 2019 11:27 WIB

Maskapai Asing Jadi Masuk RI? Luhut: Ngapain Buru-buru

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Mochamad Solehudin Foto: Mochamad Solehudin
Jakarta - Pemerintah sempat mengeluarkan wacana untuk mendatangkan maskapai asing. Langkah ini ditempuh untuk menciptakan kompetisi sehingga harga tiket pesawat turun. Bagaimana kelanjutannya?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini sudah ada maskapai asing yang beroperasi di Indonesia, yaitu AirAsia. Untuk yang lain, dia mengaku belum tahu.

Luhut mengatakan, pemerintah tak akan terburu-buru mendatangkan maskapai asing lain.

"Kan sudah AirAsia sudah lama di sini. Sampai saat ini belum tahu. Kita kasih AirAsia dulu aja, ngapain buru-buru," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Selasa (2/7/2019).


Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sudah ada tiga maskapai asing yang minat membuka kantor di Indonesia untuk bersaing melayani penerbangan domestik. Salah satunya anak usaha Singapore Airlines, Scoot Tigerair Pte Ltd.

Scoot sendiri merupakan maskapai di segmen low cost carrier (LCC) atau murah. Sampai saat ini, Scoot sudah mengoperasikan 24 Airbus 320s dan 16 Boeing 787 Dreamliners.

"Yang ada apa itu, Scoot sama siapa ada tiga itu yang baru," kata Budi Karya di Komplek Istana, Jakarta, Senin (17/6/2019).


Selain itu menurut Budi, ada 2 maskapai asing yang juga menunjukkan minatnya beroperasi di Indonesia. Diharapkan keberadaan mereka akan meningkatkan kompetisi yang berujung pada penurunan harga tiket.

"Jadi spiritnya ginilah, jadi spiritnya bukan asing tapi kompetisi. AirAsia pertama mungkin bisa jalan," terangnya.

Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com