Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Jul 2019 13:43 WIB

Buwas Mau Ekspor Beras 1 Juta Ton ke Timor Leste dan Papua Nugini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Dirut Bulog Budi Waseso/Foto: Grandyos Zafna Dirut Bulog Budi Waseso/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso berencana ekspor 1 juta ton beras. Langkah ini sebagai salah satu solusi mengatasi penumpukan beras di gudang Bulog hingga ada yang busuk.

Rencananya, beras-beras tersebut diekspor ke Papua Nugini dan Timor Leste.

"Kita bisa saja nanti kan banyak yang butuhkan (beras) juga, bisa juga dengan potensi ekspor kami minta izin lagi karena negara tetangga kita butuh, Papua Nugini, Timor Leste," kata Budi di Gedung Corporate University, Jakarta, Selasa (2/7/2019).


Cuma ekspor ini harus mendapat restu dari pemerintah karena beras yang mau diekspor adalah CBP alias cadangan beras pemerintah.

"Kami sedang ajukan usul ke pemerintah untuk bisa kami lepas karena ini kan CBP. Tidak bisa dijual kalau tidak ada penugasan dari mereka. Paling tidak 1 juta bisa kita lepas tapi harus persetujuan pemerintah," jelas pria yang beken disapa Buwas itu.

Buwas menjelaskan beras tersebut merupakan produk impor dan kualitasnya masih bagus mesti sudah disimpan cukup lama di gudang Bulog, berbeda dengan beras lokal yang kurang tahan lama. Selain itu, Buwas mengatakan, dana dari hasil ekspor beras bisa dipakai Bulog mengganti CBP dengan menyerap beras dari petani

"1 juta beras itu mekanismenya harus diajukan. Diizinkan tidak oleh negara? Kami lepas 1 juta dari 2,2 juta yang CBP dengan asumsi kami ganti. Sehingga kami punya peluang untuk serap lebih banyak lagi. Kalau tidak dikasih kesempatan 1 juta ini kami tidak bisa serap lagi," tandasnya.



Simak Video "Mentan Curhat Pernah Difitnah Terima Gratifikasi Pabrik Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com