Menteri ESDM:
Harga Minyak US$ 64 Masih Wajar
Kamis, 13 Okt 2005 15:33 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia kini kembali merayap naik mencapai level US$ 64 per barel menjelang musim dingin. Namun Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menilai kenaikan harga minyak tersebut masih dalam tingkat yang wajar."IEA (International Energi Agency) itu meramalkan kebutuhan minyak dunia akan naik tahun depan sehingga harga menguat lagi," kata Purnomo di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (13/10/2005). Harga minyak dunia kini bertahan berada di level US$ 64,07 per barel. Para analis perminyakan mengatakan, melonjaknya kembali harga minyak dunia sehubungan dengan keluarnya prediksi akan meningkatnya kembali permintaan minyak AS menjelang musim dingin. "Puncak permintaan bahan bakar untuk musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga minyak pada kuartal keempat tahun ini," kata David Thurtell, analis dari Commonwealth Bank of Australia, seperti dilansir Reuters.Padahal produksi minyak mentah AS saat ini belum pulih betul pasca dihantam Badai Katrina dan Rita. Badai yang menghantam negara konsumen minyak terbesar dunia itu menyebabkan harga minyak mencapai level tertingginya sepanjang sejarah di level US$ 71 per barel.
(qom/)











































