Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Jul 2019 12:24 WIB

2020, Ekonomi RI Dipatok 5,2-5,5% dan Dolar AS Rp 14.500

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI telah menyetujui dan sepakat terhadap rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2020 dan kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEMPPKF).

Salah satu yang disepakati ialah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipatok berkisar 5,2-5,5% di 2020. Angka ini sejatinya lebih rendah dari target awal pemerintah pertama kali yang sebesar 5,4-,5,6%.

"Pertumbuhan ekonomi 2020 diperkirakan pada kisaran 5,2% sampai 5,5% perkiraan cukup realistis dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik dan prospek pelemahan ekonomi global," kata anggota Banggar Fraksi Partai Golkar John Kennedy Aziz di DPR, Jakarta, Senin (8/6/2019).


Tingkat inflasi juga disepakati pada kisaran 2-4% di 2020. Angka itu dinilai sesuai dengan strategi umum pengendalian inflasi dengan keterjangkauan harga, pasokan barang, dan kelancaran distribusi.

"Pencapaian tersebut terutama didukung strategi umum pengendalian inflasi dengan keterjangkauan harga menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, komunikasi menjaga ekspektasi inflasi," katanya.

Sementara itu nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi berada dalam kisaran Rp 14.000 hingga Rp 14.500.

"Kita minta optimis menguatkan seperti Presiden (ke-3) Habibie di mana kurs dari Rp 16.000 per dolar AS menjadi Rp 6.500 per dolar AS," tuturnya.

Simak Video "Sandi: Pemerintah Terjebak Dalam Pertumbuhan Ekonomi 5%"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com