Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Jul 2019 14:05 WIB

Perangi Kekeringan, Kementan Optimalkan Embung hingga Alsintan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Pradito Rida Pertana Foto: Pradito Rida Pertana
Jakarta - Di musim kemarau ini, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mengalami kekeringan. Terdapat 102.746 hektare sawah padi yang mengalami kekeringan. Menghadapi hal tersebut, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat untuk melakukan sejumlah strategi untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

"Selama ini kekeringan ini yang dipelototi hanya daerah kekeringan saja. Kali ini ada dua kata kunci yang kita perkenalkan yang namanya mitigasi. Artinya mengurangi risiko daerah yang terdampak kekeringan terutama yang curah hujannya kurang," tutur Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto dalam rapat koordinasi mitigasi dan adaptasi kekeringan, di Jakarta, Senin (8/7/2019).


Kemudian, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy Wibowo mengatakan bahwa alat mesin pertanian (alsintan) bisa menjadi pendukung mitigasi kekeringan.

"Alsintan dapat mendukung mitigasi kekeringan, stok pompa di dinas kabupaten, segera disalurkan ke daerah terdampak kekeringan. Berdasarkan permintaan, pemanfaatan melalui brigade alsintan dalam mengamankan standing crop dan memitigasi kekeringan," kata Sarwo

Sarwo juga mengatakan, upaya lain untuk mitigasi kekeringan yaitu dengan memanfaatkan sumber air di mana sudah ada 11.654 unit embung pertanian dan 4.042 irigasi di dekat daerah terdampak kekeringan yang telah dibangun pada periode 2015-2018.

Kementan juga menyiapkan pompa air di wilayah terdampak. Jumlah pompa air yang dialokasikan oleh Kementan periode 2015-2018 sebesar 93.860 unit dan khusus daerah terdampak kekeringan pompa air tersedia mencapai 19.999 unit.

"Kekeringan akan diperkirakan berlanjut beberapa bulan ke depan, antisipasi dari memanfaatkan pompa air, potensi sumber air untuk kita bangun pipanisasi sehingga kita bisa menyelesaikan kekeringan. Pengamanan standing crop dilakukan dengan semua pihak sehingga terselesaikan dengan baik," papar Sarwo.


Selain itu, Sarwo menyarankan para petani untuk memaksimalkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

"Segera lakukan pengajuan ganti rugi bagi petani yang lahan sawahnya terkena puso dan terdaftar AUTP," ucap Sarwo.

Pada tahun 2019, pihaknya telah menargetkan untuk subsidi premi AUTP mencapai satu juta hektare dan sampai saat ini pelaksanaannya di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara baru mencapai 232.255 hektare. Dari AUTP ini, petani bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta saat gagal panen dan sebagai modal bertanam di musim berikutnya.

Dari wilayah yang terdampak kekeringan tersebut, terdapat 9.358 hektare sawah padi di Jawa dan Nusa Tenggara mengalami gagal panen atau puso.

"Terdapat lebih kurang 100 kabupaten/kota dengan total luasan 102.746 hektare dan puso 9.358 hektare," ujar Sarwo.


9.358 hektare (ha) tersebut terbagi di sejumlah wilayah, yakni Jawa Tengah 1.893 Ha, Daerah Istimewa Yogyakarta 1.757 Ha, Jawa Timur 5.069 Ha, dan Nusa Tenggara Timur 15 Ha.

Sehingga, untuk mengganti rugi atau recovery lahan yang puso tersebut, Gatot mengatakan pihaknya akan mempersiapkan 670.000 Ha area tanam baru.

"670.000 Ha tadi potensinya. Kalau ini dikerjakan 3/4 nya saja sudah dahsyat itu," papar Gatot.

Kemudian, ia mengatakan pihaknya baru akan menurunkan bibit ke area tanam baru tersebut.

"Ini kan baru mulai kita tanami. Kita berkas (identifikasi wilayah), nanti baru kita turunkan benihnya. Ini benih unggul nasional," terang Gatot.

Dengan benih unggul yang memiliki potensi produktivitas mencapai 5-7 ton per Ha, maka area tanam baru tersebut diproyeksikan panen Agustus atau September.

"5,6,7, (per Ha) ton lah bisa. Iya, bisa dipanen Agustus atau September," tambahnya.

Sebagai informasi, berikut rincian wilayah yang mengalami kekeringan.
Banten 3.464 hektare
Jawa Barat 25.416 hektare
Jawa Tengah 32.809 hektare
Yogyakarta 6.139 hektare
Jawa Timur 34.006 hektare
Nusa Tenggara Timur (NTT) 55 hektare

Simak Video "Ratusan Warga Pacitan Gelar Salat Istisqa di Bendungan Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com