Menperin: Belum Ada Pabrik Tutup Pascakenaikan BBM

Menperin: Belum Ada Pabrik Tutup Pascakenaikan BBM

- detikFinance
Jumat, 14 Okt 2005 15:27 WIB
Jakarta - Meski dunia usaha cukup terpukul akibat kenaikan harga BBM, namun sampai saat ini belum ada laporan penutupan pabrik. Insentif usaha dari pemerintah diharapkan bisa dimanfaatkan maksimal untuk menurunkan biaya ekonomi."Saya belum mendengar ada pabrik yang tutup, tapi insentif yang kami berikan bulan Oktober, terutama yang menyangkut high cost economy, diharapkan bisa membantu," kata Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja di Gedung Depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (14/10/2005).Andung juga mengaku, pihaknya sudah mengecek ke Ditjen Bea Cukai mengenai permasalahan jalur merah, yang ditargetkan bisa meminimalisir penyelundupan.Mengenai permintaan kelompok buruh yang meminta kenaikan upah minimum regional (UMR), Andung berjanji akan membahas masalah tersebut."Tapi jangan sampai kalau dipaksakan terlalu tinggi UMR-nya industri akan tutup, jadinya semua malah tidak dapat kerja," ujarnya.Paling tidak, untuk tiga bulan ke depan, Andung berharap, tidak ada PHK lagi. "Kalau masalah UMR, mari kita bicarakan baik-baik," janjinya.Beberapa waktu yang lalu Menakertrans Fahmi Idris juga menegaskan, tidak ada pabrik yang tutup karena kenaikan harga BBM. Malahan, menurut dia, ada dua perusahaan sepatu dari Korea yang memindahkan pabriknya dari Cina dan Vietnam ke Indonesia. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads