Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 09 Jul 2019 13:37 WIB

Benar Nggak Sih Harga Beras RI Lebih Mahal dari Internasional?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Stok beras RI di gudang Bulog menumpuk 2,4 juta ton dan terancam busuk. Salah satu jalan untuk menyelamatkannya yakni dengan ekspor. Namun, RI masih memiliki kendala ekspor beras yakni mahalnya harga beras dalam negeri dibandingkan negara lain seperti Vietnam dan Thailand.

Benarkah harga beras RI lebih mahal dari rata-rata harga internasional?

Menurut harga beras internasional yang dikutip dari Food and Agriculture Organizations (FAO), harga internasional beras ekspor kualitas bawah (varitas white rice 25% broken) dari Thailand sendiri seharga US$ 382 per ton atau setara dengan Rp 5.395.368 (kurs Rp 14.000). Artinya, harga beras ekspor Thailand per kilogramnya sekitar Rp 5.395 (data Juni 2019).

Sedangkan, harga internasional beras ekspor kualitas bawah (varitas white rice 25% broken) dari Vietnam seharga US$ 377 per ton atau setara Rp 5.324.748. Artinya, harga beras ekspor Vietnam per kilogramnya sekitar Rp 5.324.


Lalu, menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga beras dalam negeri kualitas bawah I hari ini yang termurah yakni di wilayah DKI Jakarta Rp 8.200/kg. Artinya, selisih harga beras termurah milik Indonesia dengan harga beras ekspor Thailand dan Vietnam sekitar Rp 2.900.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso. Ia mengatakan, harga beras produksi dua negara tersebut, juga Kamboja dan Myanmar memang lebih murah.

"(Harga beras) orang di Thailan itu lebih murah, Vietnam, Kamboja, Myanmar, itu memang lebih murah," kata Sutarto kepada detikFinance, Selasa (9/7/2019).

Kemudian, pengamat pangan dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rusli Abdullah juga mengatakan hal serupa.

"Beras kita mahal. Kita mahal dibandingkan Vietnam, Thailand, China, India, Filipina, kita masih mahal per satu kilogram," tutur Rusli ketika dihubungi detikFinance.


Sebelumnya juga, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan bahwa selisih harga beras RI dengan internasional terpaut hingga Rp 1.800.

"Kalau kita lihat harga beras internasional itu rata-rata Rp 6.200 sekarang ya. Nah, dengan produksi beras kita yang sama dengan nilai itu, harga paling rendah di kita adalah Rp 8.000. Jadi selisihnya kan jauh ya, ada sekitar Rp 1.800. Nggak mungkin kita bersaing itu, karena pasti kalau ekspor itu patokannya harga internasional," jelas Buwas usai menghadiri rapat koordinasi bantuan pangan nasional dengan Kementerian Sosial, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).


Simak Video "Harga Beras Tinggi Bikin Bulog Gagal Ekspor Beras"

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Mentan Curhat Pernah Difitnah Terima Gratifikasi Pabrik Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com