Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Jul 2019 11:10 WIB

Unek-unek di Balik Viral Metromini Adang TransJakarta

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
1 1. Curhat Juragan Metromini
Halaman 2 dari 4
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
FOKUS BERITA Senja Kala Metromini

Pengusaha Metromini mengaku pesimis akan keberadaan bisnisnya, mereka ikhlas kalau tiba-tiba bisnisnya berhenti.

Seperti Wahyudi contohnya, penanggung jawab Pool Metromini Haji Tarno di Rempoa, Jakarta Selatan ini mengatakan Metromini bagaikan dihancurkan secara perlahan. Metromini dimatanya kini makin dipepet kemajuan transportasi, bahkan izin operasi saja sulit didapat.

"Jujur-jujur saja, kita sekarang bagaikan dihancurkan secara pelan-pelan saja. Kita tinggal tunggu waktu aja ini, kalau masih bisa jalan, masih bisa diperpanjang izinnya ya sudah kami masih jalan," kata Wahyudi.

Wahyudi berkisah kini bisnisnya makin merugi. Hal tersebut akibat makin minimnya penumpang Metromini yang berimbas pada setoran yang diberikan para sopir kepadanya.

"Sekarang setoran itu minim, biar kata udah diturunin jadi Rp 350 ribu/hari. Itu aja paling mereka sopir-sopir kasih setoran cuma Rp 250 ribu paling banter," ungkap Wahyudi.

"Duit segitu masih kita arahin buat servis, beli ban, segala macam," tambahnya.

Untuk berharap banyak Wahyudi pun sudah tidak berani lagi. Menurutnya, apabila memang sudah waktunya Metromini berhenti beroperasi dia mengaku ikhlas dan rela saja.

"Dibilang berharap ya mau berharap apalagi, sekarang ya kalo masih bisa jalan ya kita jalan, kalau udah gak bisa ya yaudah kita ikhlas dan rela aja berhenti. Paling busnya kita potong-potong aja, besi bekasnya dijual biar ada untungnya dikit," ungkap Wahyudi.

Wahyudi kian bingung harus berbuat apalagi pada usahanya, dia memang mengakui Metromini telah kalah bersaing dengan transportasi lain.

"Memang transportasi, teknologi sudah maju kan ya, memang Metro ini udah kalah. Saya juga bingung mau gimana lagi, kalau memang sudah waktunya," ungkap Wahyudi.

Untuk para sopirnya, Wahyudi hanya berpesan satu hal. Selagi masih ada kesempatan untuk 'narik' Metromini, pergunakan lah dengan baik, karena menurutnya umur Metromini sudah tidak lama lagi.

"Mumpung masih bisa jalan ya buat para sopir narik yang bener aja, dipergunakan yang baik. Kalau sudah waktunya (berhenti operasi) saya bisa apa? Bukannya nggak mau kasih kerjaan, sekarang ya usaha aja dulu lah ya," kata Wahyudi.

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com