Afsel Sasaran Ekspor Indonesia Tahun 2006
Sabtu, 15 Okt 2005 00:53 WIB
Jakarta - Afrikia Selatan menjadi target utama ekspor Indonesia pada tahun 2006. Sementara di tahun ini ekspor lebih difokuskan ke timur tengah (Timteng)."Hasil ekspor unggulan tahun depan adalah hasil alam, manufaktur, elektronik dan footwear," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di kantornya Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (14/10/2005). Menurut Mari untuk footwear sedang diperjuangkan untuk menarik kembali investasi pabrik sepatu relokasi dari RRC kalau ini berhasil akan menentukan tumbuh atau tidak."Selain itu untuk tekstil dam produk tekstil (TPT) kita sedang berjuang keras meningkatkan investasi di bidang itu karena saat ini Indoensia mempunyai peluang menggantikan posisi RRC untuk ekspor ke Eropa dan Amerika. Pasalnya RRC menghadapi pembatasan ekspor PTP di negara-negara eropa dan Amerika," tambahnya.Sementara untuk ekspor supporting industri dijelaskannya, minggu depan ada 44 investor Jepang yang datang ke Indonesia untuk mengembangkan supporting industry. "Kalau bisa berhasil maka di tahun depan kita bisa merasakan perkembangan automotife part dan komponennya," tuturnya.Untuk target pertumbuhan ekspor dalam rencana pemerintah pada tahun 2005 sebesar 5,5 persen yang akan naik di tahun 2009 menjadi 8 persen. "Jadi kalau diambil rata-rata selama empat tahun pertumbuhan sebesar 6-7 persen," urainya. Sedangkan tahun depan di pertahankan pertumbuhan ekspor minimum enam persen dan diusahakan mencapai 10 persen. Namun ada syarat untuk mencapainya yaitu investasi bergulir, iklim investasi disertai penekanan ekonomi biaya tinggi dan situasi pasar dunia."Saya agak khawatir tahun depan pertumbuhan ekonomi dunia lebih rendah dari sebelumnya karena harga minyak dunia yang tinggi. Untuk itu kita akan terus meningkatkan promosi untuk mengambil pasar," jelasnya.Terkait operasi pasar beras, Mari menjelaskan, akan dilakukan apabila selama lima hari berturut-turut harga beras medium melewati batas harga Rp 3.500 per kilo. "Karena itu berarti melewati 25 persen dari batas harga beras medium," tandasnya.
(ahm/)











































