Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 11 Jul 2019 16:10 WIB

RI Jualan Jamu hingga Obat Gosok ke China Demi Tambal Defisit

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Indonesia bakal mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk membuka pasar di China. Hal itu dalam rangka mengatasi defisit neraca perdagangan dengan negeri tirai bambu. Ada beragam produk yang bakal dioptimalkan untuk masuk pasar Tiongkok tersebut.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Marolop Nainggolan mengatakan, produk-produk kesehatan ringan memiliki potensi yang bagus di China, mulai dari minuman herbal seperti jamu hingga obat gosok.

"Apa saja diminati oleh pasar Tiongkok terutama makanan-minuman, produk kesehatan sangat diminati, katakan yang ringan-ringan, obat gosok, minuman herbal," kata dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Tentu saja itu menjadi hal yang positif. Pasalnya kata dia bahan bakunya mudah didapat di Indonesia. Tentu harusnya tak ada kendala dalam memproduksinya.

Ditambah lagi, dia menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat China terhadap kesehatan terbilang tinggi. Produk-produk kesehatan akan sangat diminati di sana. Faktor-faktor tersebut jadi prospek yang bagus.


"Masyarakat Tiongkok itu lebih memperhatikan kesehatan. Kesehatan tubuh sangat diperlukan oleh konsumen Tiongkok. Saya kira ini bisa jadi salah satu pasar yang cukup besar untuk kita dengan produk-produk itu," ungkapnya.

Dalam waktu dekat, China akan menggelar pameran China-ASEAN Expo (CAEXPO) di negaranya. Dia mengatakan, pengusaha Indonesia akan turut serta dalam gelaran tersebut guna membuka peluang pasar di sana. Beragam sektor usaha akan mencoba peruntungan.

"Nama perusahaannya belom boleh diberikan, tapi dari berbagai sektor, makanan-minuman, furniture, ada 5 zona, ada fashion dan aksesoris, ada food and beverage, spa dan herbal, hampir semua," tambahnya.


Dia sebelumnya mengatakan, Indonesia bisa melakukan transaksi dagang ke China di atas US$ 18 miliar agar menutup defisit. Itu bakal dikejar di tahun ini.

"Kita memang cukup jauh defisitnya dengan Tiongkok ini, kita harus kejar kalau gap-nya US$ 18 miliar yang harusnya bisa kita kejar, harus dikejar gimana caranya bisa lebih dari US$ 18 miliar didapat dari perdagangan di tahun 2019. Ini upaya kita bersama," paparnya.


RI Jualan Jamu hingga Obat Gosok ke China Demi Tambal Defisit


Simak Video "Pertumbuhan Ekonomi Global Lesu, Apa Langkah Menkeu?"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com