Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 14 Jul 2019 13:41 WIB

Tekan Harga, Kementan Jual Cabai Murah di Toko Tani Indonesia

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta -

Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengantisipasi kenaikan harga cabai terus dilakukan, salah satunya melalui Gelar Cabai Murah (GCM) di 30 Toko Tani Indonesia (TTI) Jabodetabek sejak 7 Juli 2019. TTI menjual cabai dengan harga Rp 35.000/kg untuk cabai merah kerting dan cabai rawit merah.

TTI memasok sebanyak 10 ton cabai merah keriting dan 4 ton cabai rawit dari sentra pertanian, dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mempengaruhi harga di pasaran.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi, TTI sangat berperan sebagai pemasok pangan murah termasuk cabai. Kementan melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC) mendistribusikan cabai dari petani langsung ke jaringan TTI yang tersebar di Jabodetabek dengan tujuan membantu menjaga pasokan dan stabilisasi harga cabai agar stabil dan normal kembali.

"Kami berharap pasokan TTI ini membantu masyarakat untuk mendapatkan cabai dengan harga murah, jadi silakan datang ke TTI," ujar Agung dalam keterangan tertulis, Minggu (14/7/2019).

"Harga cabai merah keriting rata-rata nasional di tingkat produsen hari ini Rp 41.750/kg, cabai rawit merah Rp 33.800/kg. Sedangkan di pasar DKI, harga cabai merah keriting rata-rata Rp 65.276/kg dan cabai rawit merah Rp 66.361/kg," ujar Risfaheri.

Sementara itu, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Risfaheri, yang ditemui di TTIC, menjelaskan gelar cabai murah akan dilakukan sampai harga stabil. Hal ini dilakukan mengingat pantauan yang dilakukan Kementan, harga cabai di beberapa pasar Jabodetabek belum beranjak turun, baik di tingkat petani maupun pedagang.

Kementan bisa menjual harga cabai dengan harga murah dan masih fresh, karena bekerja sama dengan gabungan kelompok tani yang menjadi binaan.

"Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan ketersediaan stok yang ada. Mudah-mudahan dalam waktu dekat harga cabai kembali stabil," tambahnya.

Salah satu TTI binaan Kementan yang ramai dikunjungi konsumen adalah TTI Selly di Poris, Tangerang Selatan. Selama Gelar Cabai Murah TTI Selly memesan melalui aplikasi e-commerce untuk memperbanyak pasokan, dan setiap pesanan tiba, langsung diserbu masyarakat.

"Saya pesan 100 kg ke TTIC sehari langsung habis. Saya berterima kasih sekali pada Kementerian Pertanian yang sudah melakukan gelar cabai murah, sehingga saya bisa membantu masyarakat menjual cabai murah. Ada kebanggaan tersendiri bagi saya bisa membantu masyarakat menjual cabai murah," ujar Yati pemilik TTI Selly.

Menurut Yati, cabai yang di belinya hanya sebentar sudah langsung habis. "Alhamdulillah berkah sekali toko saya, karena banyak pembeli berdatangan membeli cabai murah Rp 35.000/kg. Pembelinya ibu-ibu majelis taklim, pemilik rumah makan padang, tukang warteg dan tetangga sekitar," tambahnya.

Yati berharap pemerintah terus melakukan langkah seperti ini untuk membantu masyarakat yang berhadapan dengan harga tinggi. Dia merasakan betul manfaat TTI, dan berharap makin banyak TTI dan membantu harga stabil dan murah.


Harga Melambung, Konsumen Pilih Beli Cabai Tanpa Biji:

[Gambas:Video 20detik]

Tekan Harga, Kementan Jual Cabai Murah di Toko Tani Indonesia




Simak Video "Harga Cabai di Kendari Meroket, Tapi Tetap Dicari"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com