Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 14 Jul 2019 13:42 WIB

Dekan Pertanian UGM Dukung Pengembangan Pertanian Modern Kementan

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta -

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Jamhari mendukung modernisasi di sektor pertanian yang saat ini sedang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Pertanian modern, menurutnya dapat menjadi kunci menarik minat anak muda untuk terjun ke sektor pertanian.

"Peluang di sektor pertanian itu masih sangat besar. Tapi persepsi di masyarakat itu bertani masih identik dengan pekerjaan kumuh. Padahal dengan pertanian modern, bertani bisa dilakukan tanpa perlu berkotor-kotoran," terang Jamhari dalam keterangan tertulis, Minggu (14/7/2019).

Menurut Jamhari, ada peluang yang bisa ditangkap oleh para calon agropreneur muda. Sebab produksi pangan saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan global.

"Sekarang berebut minyak, tapi nantinya manusia akan saling berebut pangan. Karena pangan tidak lagi dibutuhkan hanya untuk konsumsi, tapi juga untuk sandang dan juga sebagai energi terbarukan, seperti biofuel," ujarnya.

Jamhari mendukung upaya Kementan dalam mendorong modernisasi pertanian demi menarik minat anak muda untuk terjun bertani. Apalagi, Kementan di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman telah menunjukkan keberpihakannya terhadap petani.

"Kebijakannya selama menjadi menteri sangat pro petani dan para pelaku usaha tani. Dari kebijakan yang membatasi ekspor, sampai berbagai upaya meningkatkan bantuan langsung kepada petani berupa alat dan mesin pertanian serta perbaikan infrastruktur pertanian," tandasnya.

Mengamini pernyataan Jamhari, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kuntoro Boga Andri menyebutkan Kementan selalu berupaya untuk membantu pengimplementasian pertanian modern. Pertanian modern dengan menggunakan teknologi era industri 4.0 nampaknya segera terealisasikan secara bertahap.

"Saat ini pertanian Indonesia dijalankan secara modern dengan perangkat mesin serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)," jelas Boga.

Agri Vaganza pun diadakan Kementan sebagai upaya mendorong pengimplementasian pertanian modern. Agri Vaganza adalah rangkaian acara tukar ilmu dengan konsep pengenalan pertanian modern.

Para peserta yang mayoritas merupakan generasi milenial tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga sesi diskusi. Salah satu yang sempat menarik perhatian pengunjung adalah Irsyan Rajamin, pencipta start up yang berhasil mengembangkan aplikasi detail terkait kondisi tanaman, nutrisi serat, kondisi lingkungan, udara, serta kelembapan tanah. Aplikasi ini nantinya akan dikembangkan dalam Habibi Garden.

Dekan Pertanian UGM Dukung Pengembangan Pertanian Modern Kementan







Simak Video " Petisi Ragunan, Kementan Cabut Gugatan ke Yeka Hendra Fatika "
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed