Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 14 Jul 2019 16:56 WIB

Hadiri Dies Natalis STAN, Ini Pesan Sri Mulyani ke Mahasiswa

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Menkeu Sri Mulyani/ Herdi Alif Alhikam Foto: Menkeu Sri Mulyani/ Herdi Alif Alhikam
Jakarta - Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) hari merayakan Dies Natalis yang ke 4. Dalam perayaan itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, memberikan beberapa pesan ke para mahasiswa.

Sri Mulyani berpesan agar mahasiswa memahami bahwa keberadaan mereka di PKN STAN sangat penting. Pasalnya, nantinya mereka lah yang akan mengawal keuangan negara.

"Kalau bicara keuangan negara, kalian memiliki peran penting dan strategis, keuangan negara itu sumber daya republik ini dalam menyelenggarakan keseluruhan cita-cita bangsa," kata Sri Mulyani di Kampus PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (14/7/2019).

"Kalian lah yang nantinya akan menjadi penerus mengawal keuangan negara," katanya.


Untuk itu Sri Mulyani meminta agar para mahasiswa jangan hanya berpikir posisi dan daerah penempatan saja. Namun, harus bisa belajar untuk menjadi sumber daya yang kompetitif dan memiliki integrasi.

"Jadi kalian bukan cuma (berpikir) daerah dan posisi penempatannya saja, tapi berfikir peran kalian sangat penting. Jangan lupa untuk terus belajar sehingga memiliki kompetensi dan integrasi," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa dia sempat mendapat laporan yang menyebutkan bahwa mahasiswa PKN STAN disebut terlalu eksklusif dan tidak toleran.


"Saya menteri keuangan sering dapat komentar yang mengatakan PKN STAN ada karena unsur eksklusif dan jadi kelompok yang tidak toleran," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani meminta agar para mahasiswa dapat memupuk dan membangun citra mahasiswa PKN STAN yang lebih baik.

"Itu yang harus kalian jawab, dan bertanggung jawab untuk memupuk dan membangun image PKN STAN yang inklusif dan Bhinekka Tunggal Ika," ungkap Sri Mulyani.


Hadiri Dies Natalis STAN, Ini Pesan Sri Mulyani ke Mahasiswa


Simak Video "Sri Mulyani: Cukai Rokok Dipakai untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com