Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Jul 2019 10:05 WIB

Neraca Dagang RI Diprediksi Surplus (Lagi)

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan mengumumkan data ekspor-impor periode Juni 2019. Kepala ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan Indonesia masih bisa mencatatkan surplus untuk neraca perdagangan periode tengah tahun.

"Dugaan saya masih bisa surplus US$ 200 - US$ 300 jutaan karena pertumbuhan negatif impor lebih besar ketimbang pertumbuhan negatif ekspor," kata Ryan saat dihubungi detikFinance, Senin (15/7/2019).

Dia mengungkapkan hal ini karena tekanan impor bahan baku yang juga berkurang pasca hari raya Lebaran atau Idul Fitri yang lalu.

"Di mana permintaan output konsumtif melonjak, sementara ekspor non migas relatif tumbuh stabil meskipun harga komoditas belum pulih," kata dia.



Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan kinerja ekspor Indonesia sedikit terdampak dari perang dagang yang sudah mulai terlihat pada kuartal II tahun ini. Terutama memang di sejumlah ekspor komoditas maupun manufaktur, kecuali jika ekspor komoditas yang melandai. Namun ekspor batu bata dan sawit masih dalam kondisi baik.

"Tapi ada dampak trade war, demikian juga ekspor manufaktur ke AS, sejumlah kinerja ekspor masih baik. Kebiasaan tipikal di Indonesia, kalau ekspor turun impor juga turun, karakteristiknya begitu kita tunggu saja data dari BPS ya," jelas dia.

Pada Mei 2019 lalu tercatat neraca dagang RI surplus US$ 210 juta. Angka ini didapat dari selisih nilai ekspor yang lebih besar daripada impor.

Nilai ekspor Mei 2019 tercatat sebesar US$ 14,74 miliar. Sementara nilai impor Mei 2019 sebesar US$ 14,53 miliar.

Berikut neraca perdagangan RI dari Januari hingga Mei 2019:
* Januari defisit US$ 1,16 miliar
* Februari surplus US$ 330 juta
* Maret surplus US$ 540 juta
* April defisit US$ 2,50 miliar
* Mei surplus US$ 210 juta


Neraca Dagang RI Diprediksi Surplus (Lagi)


Simak Video "Impor Migas Tinggi, Jokowi Sentil Jonan dan Rini"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com