Darmin Pamer Ekonomi RI Tumbuh Dibarengi Penurunan Ketimpangan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 15 Jul 2019 19:24 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta - Angka ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh gini ratio mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, gini ratio pada Maret 2019 sebesar 0,382 lebih rendah September 2018 0,384.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan angka ketimpangan pengeluaran ini lah yang paling sulit diturunkan.

"Kalau rasio gini itu turun, nah itu susah," tutur Darmin di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).


Darmin menjelaskan, gini ratio merupakan indikator pemerataan. Baginya, pertumbuhan ekonomi disertai penurunan angka kemiskinan bukan hal yang sulit. Tapi, pertumbuhan ekonomi disertai penurunan gini ratio lah yang sulit.

"Rasio gini adalah indikator untuk pemerataan. Kalau pertumbuhan terjadi, biasanya tingkat kemiskinan itu turun nggak susah, atau pengangguran turun, itu juga nggak susah," ujar Darmin.

Oleh karena itu, Darmin menuturkan, pencapaian ini merupakan suatu prestasi bagi Indonesia.

"Jadi apa yang sudah dicapai beberapa tahun ini, di mana pertumbuhan diiringi dengan penurunan gini rasio, itu adalah suatu prestasi yang tidak semua negara bisa melakukannya," kata Darmin.


Sebagai informasi, angka kemiskinan Indonesia per Maret 2019 tercatat sebesar 9,41% atau setara dengan 25,14 juta orang. Angka tersebut menunjukkan penurunan apabila dibandingkan dengan tingkat kemiskinan bulan September 2018 sebesar 9,66%.

Kemudian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2019 ada di angka 5,01% dari tingkat partisipasi angkatan kerja Indonesia. Angka ini menurun apabila dibanding TPT Februari 2018 yakni 5,13%.


Darmin Pamer Ekonomi RI Tumbuh Dibarengi Penurunan Ketimpangan
(ara/ara)