Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Jul 2019 20:03 WIB

Ganjar Pranowo Cs Siap Genjot Kunjungan Wisatawan di 4 'Bali Baru'

Hendra Kusuma - detikFinance
Turis Mancanegara di Pulau Komodo (Foto: Dikhy Sasra) Turis Mancanegara di Pulau Komodo (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta - Empat kepala daerah yang diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepakat untuk lebih gencar lagi mendatangkan para wisatawan mancanegara (wisman) alias turis untuk betah berjalan-jalan di tanah air.

Keempat kepala daerah tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

"Arahannya untuk mempercepat perkembangan pariwisata di daerah masing-masing," kata Olly di Komplek Istana, Jakarta, Senin (15/7/2019).


Untuk Sulut sendiri, Olly mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah daerah demi mendatangkan banyak turis, yaitu pengembangan sumber saya manusia (SDM).

"SDM sudah kita mulai orang sudah kirim ke China, belajar bahasa China selama dua tahun, jalan sudah kita (perbaiki), tapi kan dana APBD kecil tanpa ditopang pusat gak bisa jalan," jelas dia.

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku akan gencar mempromosikan Borobudur beserta event besar lainnya ke beberapa negara seperti Jepang dan Jerman.

Tidak hanya itu, pemerintah Jateng juga akan meningkatkan kualitas SDM demi melayani dan berjualan pariwisata kepada turis lokal yang setiap pekannya datang ke Borobudur dan sekitarnya.

"Ini menjadi tugas yang harus digarap. Partisipasi daerah mengelola Borobudur itu jadi satu dan itu sekarang coba kita rancang. Nanti dari aksesbilitasnya memantapkan Bandara baru dari Jogja," jelas Ganjar.

Selanjutnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi akan meningkatkan kualitas infrastruktur menuju pusat pariwisata di Danau Toba. Di mana akan mempercantik infrastruktur tujuh kabupaten yang terkoneksi dengan Toba.

"Itu prioritas dan yang paling tambahannya sudah terdapat di sana tinggal mengembangkan rute lapangan terbang di Silangit," kata Edy.

Demi mempercepat pengembangan empat destinasi pariwisata prioritas, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku harus merealisasikan fasilitas yang terkait.

Fasilitas yang dimaksud adalah infrastruktur, utilitas dasar atau kesenangan atau kebiasaan para wisatawan, ketiga adalah amenitas pariwisata alias kenyamanan wisatawan yang berkaitan dengan ketersediaan rumah makan, fasilitas umum, hingga toko cinderamata.

"Untuk amenitas ada investasi Rp 6 triliun, contoh membangun hotel dan itu semua harus nomor 2 selesai 2020 dan amenitas mulai 2020," ujar Arif.


Ganjar Pranowo Cs Siap Genjot Kunjungan Wisatawan di 4 'Bali Baru'
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com