Sidak Pasar Rawamangun, Mari Pangestu Diteriaki Mundur

Sidak Pasar Rawamangun, Mari Pangestu Diteriaki Mundur

- detikFinance
Senin, 17 Okt 2005 12:42 WIB
Jakarta - Untuk kedua kalinya sidak pasar yang dilakukan Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Pangestu disambut panas masyarakat. Mari diteriaki agar mundur dari kabinet ketika mengunjungi Pasar Rawamangun, Jakarta Timur.Sebelumnya pada Senin pekan lalu (10/10/2005), sidak Mendag disambut emosi pedagang dan pembeli di Pasar Koja, Jakarta Utara. Saat itu masyarakat mengecam kebijakan SBY yang menaikkan harga BBM.Sedangkan warga di Pasar Rawamangun menilai acara sidak Mendag hanya buang-buang waktu saja, karena tidak ada pengaruhnya terhadap penurunan harga barang.Kericuhan acara sidak sudah terlihat ketika Mari masuk ke pasar. Seorang laki-laki memprovokasi warga lainnya dengan meneriakkan tuntutan lengser dari kabinet."Turun, turun, menteri ke sini cuma lihat-lihat penderitaan rakyat saja. Menteri ekonomi reshuffle saja. Harga tidak turun, rakyat kesusahan," teriak lelaki setengah baya itu.Teriakan itu ternyata disambut oleh warga lainnya yang langsung mengatakan hal yang sama. "Turun,turun,,,,turun!" teriak warga yang ada di pasar beruntun.Meski diteriaki turun, Mari yang terlihat agak cemas, bisa menyelesaikan acara sidak tersebut. Hanya saja wawancara dengan wartawan terpaksa dipersingkat karena semakin banyak warga yang berkumpul dan meneriakinya."Ini untuk keamanan kita harus pergi," kata Mari yang langsung bergegas ke luar pasar.Harga NaikDari pantauan di Pasar Rawamangun, harga beras mengalami kenaikan rata-rata 10 persen atau sekitar Rp 100-Rp 200 per kilogram menjadi Rp 3.200 per kilogram.Mari menilai, harga beras sesuai harga yang dimonitoring pemerintah dan stok yan ada masih cukup sehingga belum perlu dilakukan impor."Untuk saat ini belum perlu operasi pasar kecuali jika harganya sudah melonjak 25 persen," jelas Mari.Harga ayam kembali turun dari Rp 15.000 menjadi Rp 12.000 per ekor. Sedangkan harga daging stabil Rp 50.000 per kilogram. Menurut pedagang, penjualan ayam turun 5 persen, sedangkan daging naik 150-200 persen.Untuk sayur mayur harganya relatif stabil seperti bawang merah dan bawang putih yang masing-masing bertahan Rp 8.000 per kilogram. Kecuali harga cabai terus mengalami fluktuasi yang saat ini naik menjadi Rp 26.000 per kilogram. Harga ikan mengalami kenaikan yang paling menonjol karena ongkos angkutan naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 60.000, sehingga harga ikan juga naik dua kali lipat. Meski demikian permintaan terhadap ikan tetap tinggi. Menanggapi turunnya daya beli masyarakat saat ini, Mari menegaskan, pemerintah telah melakukan terobosan-terobosan. Seperti memberikan bantuan tunai langsung atau menggelar pasar murah. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads