Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 21 Jul 2019 18:05 WIB

Kiat Sukses Bisnis Tamiya: Manfaatkan Medsos dan Peta Online

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Dok. Aloxx Foto: Dok. Aloxx
Jakarta - Dewasa ini mainan fisik makin tergantikan dengan maraknya game digital. Namun beberapa mainan masih memiliki pecintanya sendiri, salah satunya adalah tamiya.

Bahkan peminatnya bisa dibilang makin 'gila-gilaan', saking gilanya para peminat ini rela mengeluarkan kocek dalam-dalam untuk menyempurnakan koleksi tamiyanya. Hal ini pun bisa dilihat sebagai peluang bisnis bagi beberapa orang.

Salah satunya Feri, pemilik toko Brother Tamiya di bilangan Cijantung, Jakarta Timur. Dia mengaku membuka toko tamiya ternyata masih mendatangkan keuntungan.


Saat dikunjungi detikFinance beberapa waktu lalu, Feri bercerita bahwa dulunya toko tamiyanya ini adalah sebuah counter handphone, menjual pulsa dan segala pernak pernik ponsel genggam.

Feri awalnya melihat anak-anak kecil yang sedang bermain tamiya di depan tokonya, dari situ dia mendapatkan ide untuk menjual tamiya. Dengan modal nekat dia mulai membeli beberapa set tamiya untuk ditawarkan ke anak-anak.

Ternyata kenekatannya cukup berhasil penjualan tamiya ke anak-anak cukup menghasilkan, Feri sendiri yang memang memiliki ketertarikan kepada tamiya menjadi tidak puas kalau cuma menjual tamiya ke anak-anak. Akhirnya, dia mencoba mengitari Jakarta mengunjungi banyak toko tamiya untuk melihat dan bertanya lebih dalam mengenai tamiya.

"Saya sempat muter-muter mencari tamiya ini, satu-satu toko saya datangi mau lihat dan tanya-tanya gimana caranya main tamiya yang benar, ngejualnya gimana, beli di mana barangnya," kata Feri.


Dengan kedua saudaranya, Feri akhirnya terjun serius ke dunia hobi tamiya, yang awalnya cuma menjual tamiya 'kacangan' kini dia berani menjual barang-barang original tamiya dan pernak-perniknya, bukan cuma itu dia juga membuka jasa rakit-merakit tamiya.

Sejak 2012 pelan-pelan toko pulsanya berubah menjadi sebuah toko tamiya, dia mulai menyiapkan lintasan untuk 'ngetes' tamiya sekaligus untuk kompetisi kecil-kecilan. Lalu dia juga memulai membeli perangkat-perangkat untuk merakit tamiya sambil mempelajari segala macam setting-an tamiya. Kini toko tamiyanya menjadi salah satu toko yang cukup banyak dicari pecinta tamiya.

Feri menyebutkan dia bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp 25 juta perbulan dari bisnis toko tamiyanya ini.

"Ini saya sebulan uang keluar masuk saja ya sekitar Rp 25 juta, ya dari kompetisi, jual kit, jual spare part, rakit, begitulah," ungkapnya.

Feri sempat juga membocorkan rahasia tokonya menjadi ternama meski cuma sepetak ruangan bentuknya. Feri mengatakan fungsi promosi lewat media sosial merupakan hal yang penting untuk dilakukan, Feri menggunakan Instagram dan Facebook untuk memposting segala macam tamiya dan pernak pernik yang dia jual, dia juga mendaftarkan tokonya yang terpencil dalam gang senggol ke dalam google maps agar mudah ditemukan.

"Ini zaman sudah berubah kan ya, kalau mengandalkan cuman toko fisik begini saja mana ada yang mau tahu. Toko online-nya juga harus diurus, ini saja saya sampai pernah orang Jepang ke sini padahal toko cuma sepetak masuk gang lagi," kisah Feri.

Selanjutnya, kata Feri untuk sebuah toko hobi tamiya seperti ini mengadakan kompetisi juga penting, selain memberikan sarana para pemain unjuk gigi, kompetisi juga menjadi sarana Feri untuk menjaring pelanggan baru serta menjalin networking dengan pemain ataupun toko lain. (dna/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com