Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jul 2019 10:56 WIB

PT Pos Bantah Bangkrut, Ini Pembelaannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
FOKUS BERITA Gonjang-ganjing PT Pos
Jakarta - PT Pos Indonesia menampik anggapan yang viral di media sosial soal kebangkrutan perseroan. Pos Indonesia menegaskan kabar tersebut tidak benar.

Menurut Direktur Keuangan PT Pos Indonesia Eddi Santosa, pihaknya tidak bangkrut. Anggapan bangkrut menurutnya sebuah pernyataan retorik tanpa data.

"Tidak benar sama sekali. Bagaimana bisa dibilang bangkrut? Jelas ini pendiskreditan tanpa data," kata Eddi kepada detikFinance, Senin (22/7/2019).

Eddi menjelaskan kinerja perusahaan, pertama permasalahan karyawan, dia mengklaim semua hak karyawan sudah terpenuhi. Mulai gaji, tunjangan, bahkan hingga BPJS, dia juga menegaskan tidak ada PHK yang dilakukan perseroan.


"Hak karyawan tidak tertunda, kenaikan gaji karena cost living adjustment terus diterapkan. Tidak ada PHK karena restrukturisasi. BPJS, iuran pensiun dibayar lancar," kata Eddi.

Selanjutnya, kinerja layanan pun masih lancar dilakukan. Katanya, Pos Indonesia tetap memberikan layanan postal 6 hari dalam seminggu.

"(Pos Indonesia) Masih bisa memberikan Layanan Pos Universal 6 hari per minggu. Postal Services di luar negeri melayani layanan pos universal tinggal 4-5 hari per minggu," papar Eddi.



Lalu, mengenai pinjaman Eddi mengatakan semua terkendali dengan baik. Aset perseroan pun masih dimiliki penuh tanpa agunan apapun.

"Semua utang lancar, krediturnya Bank Pemerintah dan Bang Asing terkemuka di dunia. Semua aset dalam kendali full, tidak ada yang diagunkan," kata Eddi.

"Turn over jasa keuangan sekitar Rp 20-an triliun per bulan," tambahnya.

Eddi menjelaskan ada juga pendapatan lewat layanan pemerintah. Mulai dari penjualan materai hingga kurir pemerintahan, rata-rata menghasilkan Rp 800 miliar per tahun.

"Pendapatan yang bersumber dari APBN, government services. PSO, fee distribusi materai, fee collecting pajak, jasa kurir surat dinas, rata-rata sekitar Rp 800-an miliar per tahun," kata Eddi.

Perseroan juga disebut Eddi mendapatkan rating yang cukup bagus. "Pos mendapat rating A- dari lembaga pemeringkat nasional terkemuka PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia)," tutupnya.

Sebelumnya, ramai kabar PT Pos disebut nyaris bangkrut bahkan sampai meminjam uang hanya untuk membayar tunggakan gaji karyawannya saja. Netizen di Twitter ramai mengomentari hal ini.


PT Pos Bantah Bangkrut, Ini Pembelaannya


Simak Video "Adakah Asa Pos Indonesia Kembali Jaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
FOKUS BERITA Gonjang-ganjing PT Pos
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed