Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jul 2019 13:30 WIB

Sejarah PT Pos Indonesia yang Dikabarkan Mau Bangkrut

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Hasan Al Habshy Foto: Hasan Al Habshy
FOKUS BERITA Gonjang-ganjing PT Pos
Jakarta - PT Pos Indonesia ramai diperbincangkan akan bangkrut di media sosial Twitter. Padahal, perusahaan ini menjadi tonggak industri logistik di Indonesia.

PT Pos Indonesia pada masa jayanya menjadi satu-satunya pihak yang mengurusi segala urusan kirim mengirim surat maupun barang. Bahkan, PT Pos juga pernah menjadi sarana mengirimkan uang sebelum tren transfer uang di bank menjamur.

Dikulik dari sejarahnya, kehadiran Pos Indonesia diawali dari Kantor Pos yang didirikan di Jakarta lama alias Batavia oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746.


Mengutip dari situs resmi Pos Indonesia, Senin (22/7/2019) tujuan pemerintah Belanda adalah untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda.

Setelah Kantor Pos Batavia didirikan, empat tahun kemudian didirikan juga Kanto Pos di Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.

Seiring berjalannya waktu Pos Indonesia pun telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone) pada 1875. Jawatan PTT dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan, operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik.

Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 status perusahaan pos ini berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro).


Lalu, pada tahun 1978 berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri.

Selama 17 tahun berstatus Perum, pada Juni 1995 perusahaan ini ditegaskan menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

Kini seiring perkembangan teknologi, muncul beragam saingan bagi PT Pos, mulai dari tren pengiriman uang lewat transfer bank yang bahkan sudah bisa digunakan dari ponsel genggam, hingga kemunculan segala macam penyedia jasa kirim barang yang juga makin mudah digunakan.

Belum lagi, layanan antar yang dekat-dekat saja bisa menggunakan ojek online sekarang. Sekali klik, tunggu beberapa menit barang akan dijemput dan diantar langsung hari itu juga tanpa menunggu berhari-hari.

Simak Video "Adakah Asa Pos Indonesia Kembali Jaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
FOKUS BERITA Gonjang-ganjing PT Pos
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com