Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jul 2019 15:28 WIB

Rapat Bareng Sri Mulyani, Badan Anggaran Soroti Utang Bengkak

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: grandyos zafna Foto: grandyos zafna
Jakarta - Utang pemerintah tahun ini akan melebihi dari perkiraan awal. Pada semester kedua utang pemerintah diperkirakan bertambah Rp 193,4 triliun.

Penambahan utang baru itu tertuang dalam prognosis APBN 2019 di semester kedua. Prognosis itu sudah disahkan oleh Badang Anggaran (Banggar) DPR RI.

"Prognosis pembiayaan utang diperkirakan mencapai Rp 193,4 triliun," kata Anggota Banggar Iskandar Syaichu saat membacakan laporan Panja APBN 2019 Prognosis Semester II 2019 di gedung DPR, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Tambahan utang baru itu terutama akan berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang nilainya mencapai Rp 186,1 triliun. Dengan tambahan utang baru itu maka utang pemerintah di 2019 diperkirakan mencapai Rp 373,9 triliun.


Jika dibandingkan dengan target awal utang pemerintah dalam APBN 2019 mencapai Rp 359,3 triliun.

Memang, dalam prognosis APBN 2019 semester kedua defisit APBN diperkirakan mencapai Rp 310,81 triliun atau 1,93% dari PDB. Angka ini lebih tinggi dibanding dalam APBN 2019 sebesar Rp 296,00 triliun atau sebesar 1,84% dari PDB.

Sri Mulyani pad 16 Juli 2019 menerangkan tentang defisit APBN 2019 yang meningkat. Menurutnya defisit itu masih dalam batas wajar.

"Jadi untuk 1,93% dari GDP kalau dilihat dari defisitnya memang dibandingkan Rp 296 triliun ke Rp 310,8 triliun namun dari sisi issuance kan Rp 296 triliun terhadap pembiayaan ke Rp 310,8 triliun jadi tidak masalah, tidak terlalu terjadi deviasi dari sisi pembiayaan yang menimbulkan persoalan yang signifikan dalam pembiayaan dari defisit kita yang meningkat lebih sedikit dibandingkan UU APBN," ujarnya.



Simak Video "Sindir Sri Mulyani, Prabowo: Rumus yang Salah Dipakai Terus"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com