Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jul 2019 22:35 WIB

Ekonomi 2019 Diprediksi Meleset, APBN Bakal Direvisi?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Menkeu Sri Mulyani bersama Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Lamhot Aritonang Menkeu Sri Mulyani bersama Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dalam laporan pemerintah mengenai realisasi APBN 2019 semester I kepada DPR, pertumbuhan ekonomi pada semester II 2019 diperkirakan sebesar 5,2%. Angka ini tercatat lebih rendah dari target APBN 2019 sebesar 5,3%.

Sejumlah asumsi makro seperti kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, SPN 3 bulan hingga lifting minyak di semester kedua juga berubah dari angka sebelumnya. Dolar AS yang diasumsikan Rp 15.000 pada APBN 2019 menjadi Rp 14.303 di semester kedua. Sedangkan SPN 3 bulan yang pada outlook akhir tahun sebesar 5,6% ditetapkan sebesar 5,4% pada semester II.

Lantas, apakah pemerintah mempertahankan APBN 2019 atau justru bakal mengajukan revisi?


"Kita tetap fokus menjaga keseluruhan postur. Tadi pada laporan semester ke dewan, kita sudah lihat hal-hal apa yang jadi perhatian bagi kami maupun DPR," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ditemui di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (21/7/2019).

Meski tak tegas menjawab kemungkinan dilakukannya APBN perubahan 2019, Sri Mulyani mengatakan pihaknya senantiasa mengawasi berbagai dinamika dari asumsi yang sudah ditetapkan.

"Penerimaan negara tetap harus dipacu terus. Berbagai dinamika dari asumsi tentu kita akan lihat yang positif dan negatif. Di satu sisi terhadap perekonomian maupun terhadap APBN sendiri. Dan pada akhirnya kita akan lihat apakah ini akan mempengaruhi postur secara keseluruhan termasuk defisitnya yang kita sudah indikasikan di level 1,94," ungkapnya.



Simak Video "Tol Layang Jakarta-Cikampek Bisa Dipakai Mulai 20 Desember 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com