Jawab Isu Bangkrut, PT Pos Buka Suara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 23 Jul 2019 07:36 WIB
Jawab Isu Bangkrut, PT Pos Buka Suara
Foto: Yakub Mulyono

Peneliti Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai Pos Indonesia kurang responsif pada perubahan model bisnis logistik. Hal ini menurunkan daya saing Pos Indonesia di pasar.

"Penyebabnya karena (Pos Indonesia) kurang melakukan antisipasi terhadap perubahan model bisnis logistik. Perusahaan BUMN gagal bersaing dengan pemain-pemain swasta baru yang lincah dan inovatif," kata Bhima kepada detikFinance.

Padahal kata Bhima, pertumbuhan bisnis logistik cukup tinggi. Bhima pun heran di tengah potensi bisnis yang besar mengapa Pos Indonesia malah redup dan kalah saing.

"Bisnis logistik sendiri pertumbuhannya masih cukup tinggi yakni 8,28% per triwulan I 2019 itu data BPS (Badan Pusat Statistik). Di era e-commerce, seharusnya bisnis kurir dan logistik melonjak signifikan, lah ini kok berbanding terbalik," kata Bhima.

Salah satu solusi yang diberikan Bhima adalah agar Pos Indonesia lebih berani perbaiki model bisnisnya. Kalau perlu Pos Indonesia bekerja sama dengan pemain e-commerce, ataupun berikan promo yang menarik agar sebaran pasar menjadi lebih baik.

"Solusinya, perbaiki bisnis model dengan perbanyak kerjasama dengan pemain e-commerce, jangan takut berikan promo yang penting marketshare bisa kembali naik," kata Bhima.

Tidak lupa, Bhima juga menyinggung agar ada reformasi pada direksi PT Pos Indonesia. Dia juga mengingatkan agar pemerintah kurangi intervensi politiknya.

"Terakhir lakukan perombakan direksi dan kurangi intervensi politik dari Pemerintah, biarkan berjalan profesional bisnisnya," sebut Bhima.

(ang/ang)