Target Penjualan Sepeda Motor 2005 Belum Akan Meleset
Selasa, 18 Okt 2005 16:38 WIB
Jakarta -
Meski daya beli masyarakat menurun karena dampak kenaikan BBM, penjualan sepeda motor nasional sebesar 4,3-4,6 juta unit pada tahun ini belum akan meleset. Dampak BBM diperkirakan hanya berpengaruh kecil terhadap penjualan sepeda motor. Pasalnya, harga motor relatif terjangkau oleh masyarakat dan menjadi salah satu alat transportasi yang efektif untuk mobilitas."Kalau pun ada pengaruh kenaikan BBM itu hanya sedikit, karena harga motor lebih terjangkau dibanding mobil," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Ridwan Gunawan kepada detikcom, Selasa (18/10/2005).Malahan Ridwan berani memprediksi penjualan motor nasional tahun ini termasuk di luar anggota AISI bisa mencapai 5 juta unit. "Itu motor China yang tidak termasuk dalam anggota AISI, permintaannya pun tetap ada," ujar Ridwan Sepanjang periode Januari-September 2005 data AISI mencatat penjualan motor sebesar 3,926 juta unit atau naik 35,82 persen dibanding periode yang sama tahun lalu 2,890 juta unit.Namun untuk penjualan bulan September yang sebesar 473.598 unit menurun 7,6 persen dibandingkan penjualan bulan Agustus yang mencapai 513.021 unit. Menurut Ridwan, penurunan ini wajar karena penjualan bulan-bulan sebelumnya relatif tinggi.Motor jenis Honda mencatat penjualan tertinggi yang rata-rata tiap bulannya mencapai 200 ribu lebih. Diikuti motor jenis Yamaha dan Suzuki yang bersaing sangat ketat. Baru diurutan selanjutnya penjualan motor Kawasaki, Kymco, Kanzen dan Piaggio. Di luar itu juga terdapat sederet motor merek China. Maraknya penjualan sepeda motor di Indonesia, tidak terlepas dari peran lembaga pembiayaan. Pasalnya 80 persen transaksi otomotif di Indonesia dilakukan dengan kredit. Namun tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang kini di level 11 persen, sudah membuat was-was pelaku industri. Apalagi bunga kredit perbankan yang juga telah naik bisa diikuti oleh kenaikan kredit lembaga pembiayaan.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































