Kualitas dan Delivery Time Industri Komponen RI Rendah

Kualitas dan Delivery Time Industri Komponen RI Rendah

- detikFinance
Selasa, 18 Okt 2005 18:08 WIB
Jakarta - Rendahnya kualitas dan delivery time dipastikan menjadi penyebab belum banyaknya pelaku industri dalam negeri yang memakai perlengkapan komponen lokal.Akibatnya pelaku usaha masih membelanjakan 50 persen lebih kebutuhan komponennya dari impor. Negara seperti Jepang, Taiwan, Korea dan China, dinilai sudah teruji kualitas dan ketepatan pengiriman barangnya yang menjadi favorit pelaku usaha.Seperti diungkapkan GM Procurement Suzuki, Kusnadi Suliarto, pihaknya punya pengalaman buruk dalam menggunakan komponen dalam negeri. Kadang kala komitmen yang dibuat di pertengahan jalan tidak bisa terselesaikan. "Mereka angkat tangan karena tidak bisa menyelesaikan komitmen dan mengembalikan uang muka. Mereka juga tidak bisa menjamin tepat waktu," ujar Kusnadi dalam jumpa pers disela acara Bursa Komponen 2005 di Gedung Bidakara Jalan MT Haryono Jakarta, Selasa (18/10/2005).Total belanja komponen Suzuki setiap tahun mencapai Rp 5 triliun, yang 75 persen untuk komponen motor dan 60 persen mobil. Negara asal impor komponen terbesar Suzuki adalah Thailand sebesar 10-11 persen. Sedangkan Dirut Akari, Handiko Setiono mengakui untuk produksinya sebanyak 70 persen menggunakan komponen lokal dan 30 persen impor. Perusahaan banyak mengimpor komponen dari multi resources. Contohnya, Singapura dan Malaysia. Sementara Head Purchasing Planning Department Astra Daihatsu Motor, Martantya Subagio mengatakan, tahun ini belanja komponen Daihatsu sampai September 2005 sebesar US$ 880 miliar. Jumlah itu sebesar 70 persen merupakan outsourcing dari impor sekitar US$ 600 miliar.Pelaku industri ini berharap dengan adanya Bursa Komponen 2005, penggunaan komponen lokal kedepannya bisa 100 persen atau minimal 50 persen impor dan separuh lagi lokal. Mereka juga berharap industri komponen dalam negeri membenahi masalah kualitas dan ketepatan pengiriman barang, agar menjadi primadona di negeri sendiri. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads