Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Jul 2019 15:48 WIB

7 Maskapai Bakal Disidang Kasus Dugaan Kartel Harga Tiket

Khairul Ikhwan Damanik - detikFinance
Foto: Ilustrasi pesawat (iStock) Foto: Ilustrasi pesawat (iStock)
Medan - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) segera menyidangkan kasus dugaan kartel tiket pesawat domestik. Dalam kasus ini ada tujuh maskapai yang berstatus sebagai terlapor.

Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih menyatakan, proses persidangan dilakukan setelah serangkaian tahapan di awal sudah selesai dilakukan. Baik penelitian, penyelidikan, hingga tahap pemberkasan.

"Sudah selesai di tahap pemberkasan artinya akan masuk ke persidangan. KPPU tinggal menentukan jadwal persidangan, biasanya dalam waktu dekat," kata Guntur di KPPU Kantor Wilayah (Kanwil) I, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara, Jumat (26/7/2019).


Maskapai yang berstatus sebagai terlapor dalam kasus ini masing-masing, Garuda Indonesia dan Batik Air untuk kategori full service airline. Sedangkan kategori low cost carrier masing-masing Sriwijaya Air, Citilink, Wings Air, Nam Air, dan Lion Air.

Masalah tiket pesawat ini masuk ranah KPPU karena maskapai diduga melakukan kartel, secara bersama-sama menaikkan dan menurunkan tarif tiket dalam beberapa waktu dalam kurun 2018 hingga 2019. Hal ini melanggar Pasal 5 dan 11 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Bila terbukti, maka masing-masing maskapai bisa dihukum denda hingga Rp 25 miliar.

Setelah pemberkasan masalah tiket selesai, seterusnya KPPU akan memproses masalah kenaikan tarif kargo pesawat. Saat ini, kata Guntur, pihaknya masih dalam tahap penyelidikan, untuk memastikan apakah ada pelanggaran dalam masalah itu.



Simak Video "KPPU Akan Usut Dugaan Duopoli Penerbangan Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(rul/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com