ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 29 Jul 2019 11:14 WIB

Mau Ajak Warga Naik Transportasi Umum, Anies Harus Lakukan Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
FOKUS BERITA #enakdisopirin
Jakarta - Penggunaan transportasi umum dapat menekan polusi udara di Jakarta. Namun, meski sudah banyak angkutan umum, warga Jakarta masih juga rela macet-macetan di jalan menggunakan kendaraan pribadi.

Menurut Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Saifudin, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi, salah satunya dengan membuat penggunaan kendaraan pribadi menjadi mahal.

"Jadi memang tidak ada alasan untuk pemerintah menghambat kendaraan pribadi. Di berbagai kota di belahan dunia itu kendaraan pribadi dihambat penggunaannya. Pemerintah kota harusnya mengatur sedemikian rupa sehingga mahal untuk bawa kendaraan pribadi ke tengah kota," kata Ahmad kepada detikFinance, Senin (29/7/2019).


Menurutnya, selama ini masyarakat masih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena ongkosnya lebih murah atau tidak berbeda jauh dibandingkan menggunakan transportasi umum.

"Jadi kan mereka nggak mau naik transportasi publik karena bawa kendaraan sendiri lebih murah, makanya dibuat mahal untuk bawa kendaraan pribadi," ungkap Ahmad.

Ahmad menjelaskan caranya adalah menerapkan sistem electronic road pricing (ERP) alias jalan kota yang berbayar. Selain itu, Pemprov juga mesti menaikkan tarif parkir khususnya di daerah yang dilalui oleh moda transportasi umum.

"Bisa pakai ERP, lalu tarif parkir progresif buat yang bawa mobil dan motor. Jadi jalan-jalan yang terhimpit sama MRT, KRL, dan busway, harus diterapkan ERP dan parkir progresif," kata Ahmad.


Mengenai penerapan dua kebijakan tersebut, menurut Ahmad transportasi dalam kotanya harus sudah aman, nyaman, dan terjadwal. Ahmad menilai, Jakarta sudah memiliki transportasi yang seperti itu.

"Dua hal tadi boleh dikenakan ketika angkutan umum masal sudah aman, nyaman, dan terjadwal dengan baik. Di Jakarta ini sudah cukup baik, meski belum maksimal tapi saya pikir sudah cukup siap lah," kata Ahmad.

Ahmad menambahkan, kebijakan-kebijakan menghambat penggunaan kendaraan pribadi di dalam kota mampu membuat masyarakat beralih ke transportasi umum. Dia mencontohkan Singapura dan Hong Kong yang berhasil menerapkan kebijakan tersebut.

"Cara ini efektif bisa dicoba, dan memang berhasil di berbagai negara lho ya. Di Asia saja ada Singapura dan Hong Kong itu cukup berhasil," pungkas Ahmad.

Polusi Jakarta makin parah, kualitas udaranya pun semakin buruk. Yuk, bantu kurangi polusi Jakarta dengan naik angkutan umum. Lagian kan lebih #enakdisopirin daripada nyetir sendiri.

Mau Ajak Warga Naik Transportasi Umum, Anies Harus Lakukan Ini


Simak Video "Udara Jakarta Buruk, Anies Digugat ke PN Jakpus"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
FOKUS BERITA #enakdisopirin
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com