Pascakenaikan Harga
Konsumsi BBM Turun Tajam 27%
Rabu, 19 Okt 2005 14:14 WIB
Jakarta - Mahalnya harga BBM membuat masyarakat kian menghemat. Hasilnya, konsumsi BBM turun tajam hingga 27 persen pascakenaikan harga 1 Oktober lalu.Jika semula konsumsi harian mencapai 191 ribu kiloliter per hari, maka setelah kenaikan harga, konsumsi BBM menjadi 139,8 ribu kiloliter per hari.Menurut siaran pers dari Pertamina yang diterima Rabu (19/10/2005), penurunanyang cukup tajam terjadi pada premium. Dari kebutuhan normal 53,4 ribu kiloliter premium, kini menjadi 33,7 ribu kiloliter per hari atau turun 36,8 persen.Solar juga mengalami penurunan 30,3 persen dari 77,0 ribu kiloliter menjadi 53,6 ribu kiloliter per hari. Khusus untuk minyak tanah, hingga saat ini masih stabil di level 36,1 ribu kiloliter per hari.Menurut juru bicara Pertamina M Harun, penyebab utama penurunan konsumsi diduga karena turunnya daya beli masyarakat. Selain itu, masyarakat kian selektif memilih aktivitas harian untuk menghemat pemakaian BBM.Dengan penurunan konsumsi ini, Pertamina berniat melakukan perencanaan ulang pemenuhan BBM di dalam negeri, dan melakukan penjadwalan ulang untuk produk-produk impor, serta menyesuaikan kembali rencana impor untuk November dan Desember 2005.Khusus untuk Oktober telah dilakukan penjadwalan ulang impor 6 kargo BBM. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan antara produksi BBM di kilang dalam negeri dengan angka konsumsi yang rendah. Penjadwalan impor juga dimaksudkan untuk menghemat penggunaan dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan impor BBM.Pertamina berharap konsumsi BBM tetap rendah hingga akhir tahun, sehingga total penjualan BBM tidak akan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah dan DPR sebesar 59,6 juta kiloliter.Hingga akhir September 2005, jumlah konsumsi BBM mencapai 47,71 juta kiloliter, termasuk penjualan BBM yang menggunakan harga pasar atau valuta asing sebesar 448,5 ribu kiloliter.Dari angkat tersebut, penjualan solar menduduki peringkat pertama dengan jumlah penjualan 21,46 juta kiloliter, premium 13,36 juta kiloliter, minyak tanah 8,81 juta kiloliter, minyak bakar 3,39 juta kiloliter, dan minyak diesel 700 ribu kiloliter.Untuk penjualan per sektor, transportasi menduduki peringkat pertama dengan total konsumsi mencapai 23,15 juta kiloliter, yang terdiri dari premium 13,36 juta kiloliter, solar 9,50 juta kiloliter, minyak bakar 227 ribu kiloliter, dan minyak diesel 59 ribu kiloliter.Konsumsi terbesar kedua disusul sektor industri dengan konsumsi 8,79 juta kiloliter yang terdiri dari solar 6,57 juta kiloliter, minyak bakar 1,53 juta kiloliter, minyak diesel 621 ribu kiloliter, dan minyak tanah 64 ribu kiloliter. Sektor rumah tangga menduduki peringkat ketiga dengan konsumsi 8,74 juta kiloliter minyak tanah. Dan peringkat keempat BBM untuk pembangkit listrik PLN yang mencapai 7,03 juta kiloliter yang terdiri dari solar 5,38 juta kiloliter, minyak bakar 1,63 juta kiloliter, dan minyak diesel 19 ribu kiloliter.
(qom/)











































