Sanitasi dan Pengelolaan Air Minum Indonesia Buruk

Sanitasi dan Pengelolaan Air Minum Indonesia Buruk

- detikFinance
Rabu, 19 Okt 2005 22:33 WIB
Jakarta - Sanitasi dan pengelolaan air minum Indonesia merupakan yang terburuk di Asia Timur dan Asia Selatan. Dari 16 negara Asia Timur dan Selatan, Indonesia berada pada urutan 14 untuk tingkat sanitasi dan pengelolaannya."Indonesia itu nomor 14 dari 16 negara-negara Asia Timur dan Selatan untuk sanitasinya dan hanya 1 tingkat lebih baik dari negara Laos." kata Basah Hernowo, direktur pemukiman dan perumahan Bappenas, seusai penandatanganan MOU antara Bappenas dengan Plan International-Indonesia mengenai air minum dan penyehatan lingkungan di kantor Bappenas, Rabu (19/10/2005).Menurut Basah, akses penduduk Indonesia terhadap air minum dan sanitasi dasar seperti MCK dan jamban masih relatif rendah bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga. "Dari 200 juta penduduk Indonesia, baru 76% yang memperoleh akses terhadap air minum dan sanitasi dasar dan ada 24% yang masih belum mendapatkan akses yang layak," kata Basah.Selain itu, lanjut Basah, jaringan pipa air minum di Indonesia baru terhubung, serta hanya dapat diakses oleh 39% penduduk Indonesia. Jaringan tersebut tentu terlihat rendah dibanding negara-negara Asia, misalnya saja Vietnam yang jaringan air minumnya dapat diakses oleh 93% penduduknya.Bappenas memiliki target hingga tahun 2015 untuk dapat meningkatkan pelayanan terhadap akses air minum menjadi 53% dari seluruh penduduk. Oleh karena itu, MOU yang dilakukan Bappenas dengan Plan International tersebut adalah salah satu upaya untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Dalam MOU tersebut, Plan Int akan menghibahkan dana sebesar US$ 4 juta untuk program air minum dan sanitasi di 300 desa di 18 kabupaten di 7 provinsi. Dijelaskan Basah, program tersebut nantinya akan memberikan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi untuk 200 ribu keluarga. (atq/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads