Aburizal: Apa Yang Kurang dari Capaian Tim Ekonomi?
Kamis, 20 Okt 2005 10:42 WIB
Jakarta - Mendapat kritikan pedas rupanya tak menciutkan nyali Menko Perekonomian Aburizal Bakrie. Seperti biasa, ia pun tetap pede atas pencapaian Tim Ekonomi Kabinet SBY-JK. "Apa yang kurang?" tantangnya.Menurut mantan pengusaha yang akrab disapa Ical ini, Tim Ekonomi telah berhasil meraih angka-angka ekonomi yang cukup baik."Tidak ada angka-angka yang rendah. Memang bisa saja orang mempunyai ekspektasi yang tinggi. Tapi kalau kita mau fair, kita lihat angka-angka pencapaian itu cukup tinggi," ujar Ical.Hal ini disampaikan dia usai melantik pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Koordinator Perekonomian di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (20/10/2005).Sejumlah capaian yang dibanggakan Ical antara lain pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,7 persen pada tahun 2005. "Pertumbuhan ekonomi kita ini merupakan terbesar ketiga di Asia setelah Cina dan India. Cina 9 persen, India 7 persen," cetus Ical.Beberapa indikator lainnya adalah bursa saham Indonesia yang dinilai Ical terbaik setelah Bursa Kospi Korea. Hal ini menurut Ical menunjukkan adanya kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah. "Dunia mengakui ekonomi kita cukup baik. Ini prestasi," tambahnya.Indonesia juga sudah berhasil mengurangi stok utang menjadi di bawah 50 persen dari PDB pada tahun 2005. "Tahun 2000, rasio stok utang terhadap PDB di atas 100 persen. Ini prestasi juga," tegasnya.Dari sisi investasi juga tumbuh pesat, yakni hingga 340 persen. Hal berdasarkan hasil dari infrastucture summit, yakni dari proyek yang ditawarkan senilai US$ 22,5 miliar, sebanyak US$ 12,5 miliar sudah masuk dalam proses tender.Mengenai perombakan kabinet, Ical menyerahkan sepenuhnya kepada presiden. "Saya kira reshuffle itu adalah kewenangan presiden. Tim ekonomi telah memberikan angka-angka pencapaian kita. Kinerja tim ekonomi sangat baik," ujarnya.Namun demikian, Ical berjanji akan tetap mendengarkan kritikan dari seluruh kalangan. " Tentunya kritik-kritik yang membangun akan dipakai untuk meningkatkan pembangunan. Sementara kritik yang hanya berdasarkan kritikan, kita buang jauh-jauh," tandas Ical.
(qom/)











































