Pedagang Hewan Kurban Menjamur di Lapak Sederhana hingga 'Mal'

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 03 Agu 2019 13:44 WIB
Mal Hewan Kurban/Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikFinance
Depok - Hari Raya Idul Adha tak terasa tinggal seminggu lagi, berkurban menjadi tradisi umat muslim dalam merayakan hari raya ini. Seiring dengan kebutuhan hewan kurban, pedagang hewan kurban pun marak bermunculan.

Mulai dari pedagang yang musiman hingga pedagang besar bermunculan membuka lapaknya, dari lapak sederhana di pinggir jalan sampai menyulap showroom mobil jadi mal hewan kurban.

Salah satunya mal Hewan kurban milik Haji Doni di bilangan Kelapa Dua, Depok. Doni mengatakan memang sengaja menyulap showroom mobilnya menjadi mal hewan kurban.


Menurut ceritanya, Doni mendapatkan permintaan dari para pelanggannya yang mengeluh kejauhan membeli hewan kurban di peternakan miliknya. Untuk itu muncul ide menyulap showroom-nya menjadi mal hewan kurban.

"Kita kan udah 37 tahun memang jualan hewan ternak, nah kalau musim Idul kurban banyak yang ngeluh jauh kalau ke tempat saya. Ya sudah saya sulap showroom saya sementara, ini sudah dari 2004," kata Doni kepada detikFinance saat ditemui di mal Hewan kurban, Depok, Sabtu (3/8/2019).

Doni menawarkan kambing hingga sapi di 'mal'-nya. Dia menawarkan kambing kelas pedaging alias kambing boer, beragam jenis sapi, bahkan sapi limosin seharga ratusan juta rupiah.

Pedagang Hewan Kurban Menjamur di Lapak Sederhana hingga 'Mal'Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikFinance

Bukan cuma konsep mal saja keunikan lapak jual hewan kurban Doni, pihaknya juga menyiapkan SPG untuk membantu pelanggan yang datang dan hendak membeli. Beberapa SPG memakai pakaian seperti 'cowgirl' lengkap dengan sepatu bot dan topinya.

"Awalnya ya gini kita kan yang berkunjung banyak, ya sudah saya perbantukan staf-staf saya di showroom. Banyak yang nyebutnya itu SPG," kata Doni.

Selanjutnya, ada juga Sahabat Farm di bilangan Kukusan, Depok, Yanto pemiliknya mengatakan bahwa usahanya fokus untuk menjual sapi. Sapi-sapi yang dijualnya merupakan sapi hasil ternaknya, dia membeli sapi kecil dan diolah jadi sapi pedaging.

"Ini kami sengaja buka lapak mumpung lagi momennya Idul Adha," kata Yanto.


Sama seperti Doni dia menjual mulai dari sapi Bali dan Kupang, hingga sapi-sapi kelas eksekutif seperti sapi limosin. Sapi Bali dan Kupang menurut Doni paling banyak dibeli karena harganya ekonomis.

Yanto juga berani memberikan promosi yang unik. Pembeli bisa mendapatkan sapi tambahan hingga perabotan rumah tangga lewat promonya.

"Kalau Sabtu-Minggu, pembelian sapi di bawah Rp 17 juta, beli 10 sapi gratis satu sapi. Lalu untuk promo yang dapat blender dan dispenser, pembelian untuk 2 ekor sapi dapat satu blender atau dispenser," jelas Yanto.

Ada juga Ade, pedagang kurban musiman di Kukusan, Depok, ini hanya menjual kambing dan sapi saja, tidak berternak. Ade mengatakan membeli hewan-hewan dari bandar, kalau sudah selesai momen Idul Adha, dia hanya memasok kambing untuk akikah.

"Kalau saya cuma cari supplier tinggal jual. Tiap Idul Adha emang buka lapak begini, lumayan momennya. Kalau udah selesai saya cuma memasok kambing dari supplier ke tempat akikahan," ungkap Ade.


Pedagang Hewan Kurban Menjamur di Lapak Sederhana hingga 'Mal'


Simak Video "Pedagang Hewan Kurban di Kendari Keluhkan Penjualan Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)