PLN Sulit Kurangi Biaya Losses
Kamis, 20 Okt 2005 16:11 WIB
Jakarta - Permintaan pemerintah agar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengurangi biaya losses (kerugian) sebelum menaikkan tarif dasar listrik (TDL) akan sulit dipenuhi. PLN mengaku masalah penurunan losses sangat complicated.Tahun 2005 saja untuk mengurangi losses, PLN menghabiskan biaya Rp 3 triliun. Sedangkan untuk mengurangi losses dibutuhkan investasi yang sangat besar."Ini susah. Masalahnya terlalu heterogen dan sangat complicated," kata Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Sunggu Aritonang di sela acara seminar ulang tahun PLN di Gedung Indonesia Power, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (20/10/2005).Pemerintah sebelumnya mengatakan, penuranan 1 persen losses bisa menghemat Rp 700 miliar. Namun Sunggu mengaku pihaknya tidak bisa memperhitungkan secara pasti besarannya."Misalnya di Jawa-Bali itu sangat complicated dan tidak bisa dihitung angka pastinya," ujar Sunggu.Sementara Dirut PLN Eddie Widiono mengatakan, selama ini PLN telah melakukan upaya untuk mengurangi losses, karena ini menjadi salah satu program perusahaan dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP)."PLN akan tetap kurangi dan menekan losses, karena itu sehari-hari pekerjaan kita. Kita akan berusaha kalau tahun ini losses 11,34 persen akan kita tekan sampai di bawah single digit," janji Eddie.Menurutnya, pengurangan losses tidak hanya melalui upaya represif dengan bantuan aparat keamanan, namun juga diperlukan investasi baru."Upaya ini tak hanya represif, misalnya dari polisi, tapi harus ada investasi, dan tahun depan mudah-mudahan ini akan kita kurangai," kata Eddie.
(ir/)











































