Pertamina Akan Reschedulling Impor BBM

Pertamina Akan Reschedulling Impor BBM

- detikFinance
Kamis, 20 Okt 2005 21:19 WIB
Jakarta - Pertamina akan mereschedulling kembali rencana impor BBM untuk November dan Desember. Penjadwalan ulang impor itu karena berkurangnya konsumsi BBM secara nasional."Stok BBM sekarang ini berlimpah. Saya Lebaran bisa nikmat tidur nih, soalnya konsumsi BBM kita turun. Ini karena saat weekend orang lebih memilih di rumah aja. Mudah-mudahan konsumsi kita begini terus cuma 140 ribu kilo liter per hari," kata Dirut Pertamina Widya Purnama kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina Jalan Perwira, Jakarta, Kamis (20/10/2005). Penurunan konsumsi BBM saat ini, kata Widya, hingga mencapai 20-26 persen. Konsumsi yang mengalami penurunan adalah premium dan solar, sementara minyak tanah cenderung stabil. "Makanya ada impor yang kita batalin," ujarnya. Stok BBM saat ini sangat cukup untuk kebutuhan konsumsi nasional termasuk untuk mengantisipasi Lebaran. "Stok sekarang paling top-topnya lah. Stok selama 22,4 hari," ujarnya. Rencananya untuk persiapan Lebaran, Pertamina akan membuka outlet-outlet di sepanjang jalur Pantura. Kita akan pantau terus mulai dari H-7 sampai H+7," ujarnya.Pasokan ElpijiDalam kesempatan yang sama, Widya juga menyatakan, saat ini pasokan Elpiji sudah lancar kembali. "Impor kita sudah datang hari ini dari Singapura. Tapi jumlahnya berapa saya lupa," katanya.Widya juga meminta para agen agar menjual elpiji dengan harga yang wajar. "Saya minta agen, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan. Banyak kok yang pengen jadi agen. Jangan nakal lah, mau lebaran begini kok nakal-nakal," ujarnya. Dalam perhitungannya, harga elpiji sampai ke tangan konsumen paling tinggi Rp 55 ribu. "Kalau pun ongkos angkuta naik, tapi itu kenaikannnya berapa lah. Agen jangan naikkan harga seenaknya dong," ujarnya.Pertamina juga berencana akan melakukan operasi pasar elpiji yangs sebelumnya telah dilakukan di Jawa Timur. "Secepatnya kita akan operasi pasar, setelah impor tiba," ujarnya. Dia juga menyesalkan dengan tindakan agen yang sengaja mengeluarkan stok elpiji saat operasi pasar. "Saat operasi pasar mereka keluarin stok. Ini payahnya. Mereka menyimpan elpiji karena harga mau naik. Mereka kan berlagak bego aja," ujarnya. (mar/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads