Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Agu 2019 21:35 WIB

JK Bandingkan Ekonomi Sekarang dengan Krisis 2008

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Wapres Jusuf Kalla (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut situasi ekonomi yang terjadi saat ini masih mengalami ketidakpastian yang cukup besar. JK bilang, ketidakpastian yang terjadi saat ini merupakan yang paling besar setelah krisis 2008 silam.

"Situasi saat ini, itu ketidakpastian yang besar setelah krisis tahun 2008, 10 tahun lalu," kata JK saat menghadiri 24 Tahun Indef Anniversary dan peresmian Pembukaan International Conference dengan tema Challenges of Disruption Era in Economic Development and Public Policy, di Hotel Aryaduta, Rabu (7/8/2019).

JK mengungkapkan ketidakpastian itu disebabkan oleh adanya perang dagang dan berbagai sentimen global lainnya.

"Ini lah tahun di mana terjadi ketidakpastian di dunia dan kita. Bagaimana china dengan Amerika Serikat, di Eropa ada Brexit dengan segala konsekuensi. Kemudian ditambah lagi Jepang dengan Korea Selatan," jelasnya.


Ketidakpastian itu, mau tak mau akan berdampak pads ekonomi dalam negeri. Oleh sebab itu, kata JK, diperlukan pemikiran-pemikiran, serta solusi-solusi yang inovatif untuk bisa menghadapi ketidakpastian tersebut.

"Tentu masalah-masalah itu bagian yang banyak mempengaruhi ekonomi dunia dan tentu akhirnya punya dampak kepada ekonomi kita hari ini dan juga yang akan datang," jelasnya.


"Namun tentu semua akan cari solusi yang baik dan selalu akan jadi bagian dari pemikiran-pemikiran yang konstruktif sebagai jalan keluar untuk atasi hal tersebut," tutupnya.

Simak Video "Sandi: Pemerintah Terjebak Dalam Pertumbuhan Ekonomi 5%"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com