JK Ingatkan Darmin dan Sri Mulyani Krisis Ekonomi Per 10 Tahunan

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 09 Agu 2019 12:26 WIB
Foto: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) (Noval-detikcom).
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenai krisis ekonomi musiman yang terjadi setiap 10 tahun.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara kunci sekaligus membuka acara Seminar Nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Awalnya, JK mengungkapkan bahwa peradaban ekonomi dunia sudah berubah. Bisa dilihat dari negara liberal seperti Amerika Serikat (AS) yang kapitalis sekarang menjadi proteksionis. Kemudian Inggris yang akan memilih Brexit dan meninggalkan era liberalnya, begitu pun China, negara sosialis yang awalnya proteksionis menjadi liberal sekarang ini.

"Karena perubahan-perubahan pikir berpikir seperti itu..., kita juga perlu hati-hati Pak Menko (Darmin Nasution) sama menteri keuangan (Sri Mulyani), kita tiap 10 tahun bisa terjadi krisis," kata JK.

JK menceritakan, ekonomi Indonesia sendiri pernah dilanda krisis. Pertama pada tahun 1998. Setelah berhasil bangkit, pada tahun 2008 atau 10 tahun kemudian kembali dilanda krisis yang terdampak dari ekonomi negeri Paman Sam.



Untuk saat ini, lanjut JK, banyak ketegangan yang bisa membuat negara berkembang seperti Indonesia kembali mengalami krisis ekonomi. Seperti halnya perang dagang antara AS dengan China, Inggris keluar dari Uni Eropa alias Brexit, ketegangan antara Jepang dengan Korea Selatan, hingga geopolitik di Timur Tengah.

"Geopolitik ini di 4 negara bisa menimbulkan masalah ekonomi yang besar. Artinya di samping kita men-transform ekonomi kita, tetap kita harus hati-hati, risiko 10 tahunan yang terjadi dalam ekonomi dunia," jelas JK.

"Kalau kita lihat 10 tahunan karena kebetulan 98, 2008, sekarang 2019 yang terjadi masalah, saya baca hari ini di koran Amerika Serikat sudah khawatir bisa terjadi resesi akibat perilaku ekonomi Amerika seperti itu dan itulah maka kita yakin kita sudah siap seperti yang saya katakan krisis 98 itu terjadi akibat kita mem-black out semua kesulitan akibat blanket granty sehingga terjadinya krisis," tambahnya.

Untuk menghadapi itu, kata JK, pemerintah harus terus melakukan transformasi ekonomi nasional serta mengambil berbagai potensi perdagangan dari ketegangan hubungan dagang antara AS dengan China.



Simak Video "Kerusuhan di Libanon: Toko Dibakar, Gas Air Mata Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)