Beredar Petisi Selamatkan NET TV: We Love #NetTV

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 10 Agu 2019 12:24 WIB
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - NET TV sedang ditimpa masalah. Sempat beredar kabar PHK massal karyawan NET TV, dan kemudian dibantah karena yang terjadi adalah manajemen menawarkan karyawan mengundurkan diri sukarela.

Persoalan NET TV mendapat respons publik lewat petisi di website change.org pada Sabtu (10/8/2019), bertajuk We Love #NetTV. Sampai berita ini diturunkan, petisi tersebut sudah ditandatangani 1.670 orang, dengan target lanjutan menuju ke 2.500 penandatangan.

Di laman itu, ada penjelasan sekaligus alasan mengapa dibuatkan petisi We Love #NetTV. Berikut penjelasannya:

Seperti yang kita ketahui Net Tv akan melakukan PHK kepada karyawannya. Penyebab net tv melakukan PHK adalah karena kalah rating dari stasiun TV lain. Berita ini pun belum dikonfirmasi oleh pendiri NET TV atau berita ini masih bisa disebut simpang siur.

Oleh karna itu, Yuk tanda tangani petisi ini agar Net Tv masih bisa bersaing di pertelevisian indonesia. Kita buktikan bahwa masyarakat indonesia masih butuh Net Tv sebagai stasiun tv kita semua," bunyi penjelasan tersebut.


Dapat diketahui, Komisaris Utama PT Net Mediatama Televisi, Wishnutama, membantah kabar akan ada PHK massal di NET TV. Dia menegaskan tidak ada rencana seperti itu.

"Barusan saya sudah ketemu dengan direksi untuk minta penjelasan perihal berita ini. Informasi yang disampaikan kepada saya oleh direksi tidak ada PHK seperti yang diberitakan," kata Wishnutama kepada detikFinance , Jumat (9/8/2019).

Sementara Chief Operating Officer PT Net Mediatama Azuan Syahril memastikan tidak ada rencana PHK massal terhadap karyawan Net TV. Tapi pihaknya tak membantah sedang melakukan efisiensi. Manajemen menawarkan karyawannya untuk mengundurkan diri (resign) secara suka rela dengan diberi benefit yang layak.

"Yang ada kita di sini dalam rangka, salah satunya efisiensi segala macam, kita mencoba menawarkan ke karyawan yang berminat mengundurkan diri kita kasih kesempatan dan akan diberikan benefit," kata dia kepada detikFinance, Jumat (9/8/2019).

Dia menjelaskan, saat ini industri televisi memang mengharuskan pihaknya mengambil langkah-langkah efisensi, tapi bukan dengan PHK massal dan sepihak.



Simak Video "450 Gerai Dunkin' Amerika Tutup Akhir Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)