Soal Net TV, Pengamat: Anak Muda Lebih Suka Streaming

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 10 Agu 2019 12:49 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Praktisi Bisnis Rhenald Kasali mengatakan salah satu penyebab NET TV akan melakukan efisiensi dengan menawarkan pengunduran diri terhadap karyawannya adalah karena minimnya iklan yang didapat.

Rhenald menyebut, iklan merupakan salah satu sumber penerimaan yang besar dan penting dalam keberlangsungan sebuah stasiun televisi.

"Harusnya TV sebagus Net TV yang targetnya anak-anak muda sudah banyak iklannya," kata Rhenald saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Rhenald mengungkapkan, NET TV saat ini tengah terkena dampak disrupsi #MO, yang dianggap sebagai peradaban entrepreneurship anak-anak muda yang berbasis teknologi.

Untuk membuat dampak besar dan ekonomi heboh tidak perlu modal besar karena peradaban ini didukung oleh enam pilar: Artificial Intelligence (AI), Big Data, Super Apps, Broadband Network, Internet of Things (IoT), dan Cloud Computing.


Tagar MO juga dapat diartikan dengan tujuan mobilisasi dan orkestrasi. Sebab, di era baru, #MO membuat bisnis harus hidup dari cara mobilisasi dan orkestrasi ekosistem pakai data.

Kebiasaan masyarakat khususnya generasi muda dalam mengkonsumsi sebuah konten atau program pun bergeser ke platform berbasis internet dari yang sebelumnya mengandalkan televisi.

"Tapi sekarang anak-anak muda perkotaan lebih suka streaming dan tak banyak habiskan waktu di depan TV. Iklannya harusnya sudah ke sana, namun pengiklan memilih media #MO," ujar dia.

Oleh karena itu, NET TV dan para stasiun televisi lainnya harus mencari sumber pendanaan baru atau harus mampu bersaing mendapatkan iklan dengan era #MO untuk tetap bisa beroperasi.

"Oleh karenanya media-media TV harus merubah business model dan saat ini tak ada lagi business model yang stand alone yang survive. Yang bisa bertahan adalah yang mampu menambang data," ungkap dia.



Simak Video "Bersedia Jadi Menteri, Wishnutama Siap Lepas Medianya"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)