Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 10 Agu 2019 13:57 WIB

Pengamat: Net TV Harus Ubah Model Bisnis, Perkuat Sosmed

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Ada beberapa cara yang bisa menyelamatkan NET TV dan stasiun televisi lainnya agar tidak tergusur oleh media berbasis internet seperti Youtube dan Netflix.

Praktisi Bisnis Rhenald Kasali mengatakan salah satu upaya yang harus dijalani adalah mengubah bisnis model, salah satunya dengan memperkuat lini sosial media (sosmed).

"Ubah business model. Harus kuat di sosmed, lakukan #MO, mobilisasi tayangan-tayangan khas di Youtube agar viral karena iklan didapat dari besarnya jumlah viewer. Lakukan orkestrasi sumberdaya, bukan control," kata Rhenald saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Upaya yang selanjutnya harus dilakukan, kata Rhenald adalah mencari sumber pendapatan yang baru. Sebab, munculnya era digital banyak pengiklan yang lari ke sana dan meninggalkan televisi.


Hal itu bukan tanpa sebab, kebiasaan masyarakat yang sering mengakses platform dari smartphone juga menjadi salah satu alasan iklan mulai meninggalkan televisi.

"Kata kuncinya adalah big data dan AI (Artificial Intelligence). TV harus dilengkapi pakar-pakar data dan IT. Cari The Main (sumber pendapatan yang jadi andalan) baru," jelas dia.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ini juga menyarankan agar NET TV dan juragan stasiun televisi lainnya bisa mengubah fokus tayangan dari rating menjadi pendapatan.

"Saat ini sudah tak ada lagi hubungan antara rating dengan pendapatan. Artinya segmentasi harus diubah jadi program," ungkap dia.



Simak Video "Bersedia Jadi Menteri, Wishnutama Siap Lepas Medianya"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com