Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 10 Agu 2019 15:30 WIB

Sederet Penyebab Harga Cabai Rp 100.000/Kg Jelang Idul Adha

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Muhajir Arifin Foto: Muhajir Arifin
Jakarta - Sehari jelang Idul Adha, harga cabai melonjak tinggi. Sebagai contoh di Pasar Jatibening, Bekasi, harga cabai rawit merah melonkak hingga Rp 100.000/kilogram (kg).

Kementerian Pertanian (Kementan) pun merespons lonjakan harga cabai tersebut. Kasubdit Cabai dan Sayuran Buah Ditjen Hortikultura Kementan, Mardhiyah Hayati mengatakan pasokan cabai ke Jakarta dan sekitarya memang sedang seret hingga 40%.

"Untuk ke Jakarta pasokan kurang sampai 40%, pasar induk itu untuk cabai rawit merah aja normalnya ada 40 ton/hari, sekarang paling adanya 27-28 ton/hari," kata Mardhiyah kepada detikFinance, Sabtu (10/8/2019).

Pasokan seret salah satunya karena adalah berkurangnya tanaman cabai yang produktif untuk dipanen. Hal tersebut terjadi ketika 5 bulan lalu pasokan cabai berlebih, alhasil harga cabai jatuh dan petani merugi.


Akibat merugi, petani terpaksa membongkar tanaman cabainya dan menanam komoditas lain. Dengan berkurangnya tanaman produktif, pasokan cabai pun tertekan.

"Mungkin kita tau lima bulan lalu cabai dibuang-buang karena pasokan berlebih dan harga jatuh. Akhirnya kan petani cabai ini rugi besar, tanaman yang harusnya bisa panen banyak 20 kali, 15 kali, semua dibongkar," kata Mardhiyah.

"Diganti sayur, tomat, semangka, jadinya tanaman yang bisa dipanen habis. Petani alami kerugian, jadi populasi tanaman cabai itu berkurang," tambahnya.

Faktor selanjutnya adalah kekeringan yang melanda beberapa daerah. Kekeringan ini membuat banyak petani cabai gagal panen menurut Mardhiyah.

"Lalu juga ada kekeringan di beberapa daerah. Jadi cabainya petani banyak yang gagal panen," kata Mardhiyah.


Belum lagi, pasokan yang tinggal sedikit untuk kebutuhan masyarakat di Jabodetabek ini harus terbagi lagi. Pasalnya, di Sumatera kata Mardhiyah pasokan cabainya juga sedang kurang.

"Belum lagi di Sumatera juga sulit pasokan cabe, alhasil ya pasokan ke Jabodetabek itu makin berkurang karena harus berbagi, pasokan turun sampe 40%," papar Mardhiyah.

Mardhiyah mengatakan masih ada daerah yang pasokan cabainya banyak plus harganya terjangkau, salah satunya di Sulawesi Selatan. Namun, untuk membawa komoditas dari sana ke Jabodetabek, kata Mardhiyah sangat mahal ongkosnya.

"Memang ada di Sulawesi Selatan itu masih murah Rp 40-50 ribu cabainya pasokan banyak, tapi kan kalau mau dikirim ke sini ongkosnya mahal, harga kargo itu naik, jadi sama-sama mahal," kata Mardhiyah.

Simak Video "Harga Cabai di Kendari Meroket, Tapi Tetap Dicari"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com