Biaya Peti Kemas Turun US$ 55

Biaya Peti Kemas Turun US$ 55

- detikFinance
Jumat, 21 Okt 2005 13:20 WIB
Jakarta - Pemerintah akhirnya menurunkan biaya peti kemas sebesar US$ 55 atau dari US$ 150 menjadi US$ 95 per kontainer 20 kaki."Terminal handling charges (THC) dan container handling charges (CHC), kombinasi kedua itu tidak boleh lebih dari US$ 95. Dan itu sudah kita putuskan," kata Menteri Perhubungan Hatta Radjasa kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (21/10/2005).Biaya peti kemas ada dua jenis, yakni THC dan CHC. Tarif yang ditetapkanpemerintah untuk THC maksimum 50 persen dari CHC. Sedangkan untuk CHC yangditetapkan Pelindo saat ini adalah US$ 150.Pemerintah akan segera memberlakukan keputusan tersebut. "Itu diberlakukan sekarang. Tapi kan surat keputusannya belum keluar. Mungkin Senin suratnya keluar," tambah Hatta.Rencananya, pemerintah akan berdialog dengan operator pelabuhan untuk menentukan kombinasi THC dan CHC pada Senin (24/10/2005) pekan depan. Saat ini ada dua pilihan kombinasi, yakni US$ 75 untuk CHC dan US$ 25 untuk surcharge atau US$ 80 untuk CHC dan US$ 15 untuk surcharge.Hatta mengaku, banyak pihak yang keberatan dengan pemangkasan biaya peti kemas ini karena akan kehilangan pendapatannya. "Memang ada yang keberatan. Tapi demi kepentingan nasional dan daya saing," tegas Hatta.Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Sutrisno menambahkan, dengan penurunan biaya peti kemas ini, maka pengusaha tekstil dapat menghemat ongkos pelabuhan US$ 100 per bulan atau ekuivalen dengan gaji sebulan buruh.Dengan perhitungan 6 juta kontainer per tahun atau 500 ribu kontainer per bulan, maka menurut Benny bisa menyelamatkan 250 ribu buruh.Niat memangkas biaya peti kemas ini sebenarnya sudah diutarakan sebelum kenaikan BBM 1 Oktober lalu. Penurunan biaya ini merupakan bagian dari kompensasi bagi industri, khususnya pelabuhan, terkait kenaikan harga BBM 1 Oktober.Dengan turunnya biaya penanganan peti kemas hingga US$ 50 per kontainer, diharapkan menguntungkan para eksportir hingga US$ 300 juta per tahun.Penurunan biaya peti kemas ini juga menyebabkan level tarif peti kemasIndonesia sama dengan negara-negara lain di Asia, seperti Singapura danMalaysia. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads