Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Agu 2019 13:31 WIB

Muncul Wacana Tax Amnesty Jilid II, Rizal Ramli: Konyol!

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta - Wacana tax amnesty jilid II dianggap konyol oleh Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus ekonom senior Rizal Ramli. Pasalnya menurut dia tax amnesty yang sudah pernah digelar saja hasilnya tak terasa.

"Ada ide lagi tax amnesty kedua, ini benar-benar konyol, yang pertama saja gagal total," kata pria yang akrab disapa RR di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).

Kegagalan yang dimaksud Rizal bisa dilihat dari capaian tax ratio atau rasio jumlah pajak yang dikumpulkan pada suatu masa, dibandingkan atau dibagi dengan produk domestik bruto (PDB) di masa yang sama.


Berdasarkan data yang dia paparkan, tax ratio dari 2010 ke 2018 terus menurun, dari 9,52% menjadi 8,85%. Itu hanya rasio pajak tanpa dihitung dengan bea dan cukai, serta royalti dari SDA migas dan tambang. Sementara tax ratio keseluruhan turun dari 13,61% pada 2010 menjadi 11,45% pada 2018.

Menurut Rizal, seharusnya setelah dilaksanakan tax amnesty, basis pajak meningkat dan rasio pajak juga meningkat. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.

"Kok malah ada tax amnesty makin merosot, harusnya ada tax amnesty yang heboh, kampanye gede, kok hasilnya gini," jelasnya.

Rizal menilai hal itu merupakan kegagalan Menteri Keuangan, dalam hal ini Sri Mulyani Indrawati. Jika capaian pajak rendah, ujung-ujungnya pemerintah harus berutang untuk belanja negara. Karena itu, dia menyebut Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan terbalik, bukannya terbaik.

"Ini kegagalan utama Menteri Keuangan terbalik, saya bukan bilang terbaik. Kalau terbaik itu buat asing. Kalau buat ekonomi Indonesia malah terbalik. Tugas Menkeu adalah meningkatkan tax ratio agar kita tidak tergantung utang. Tapi kalau tax ratio merosot akan makin tergantung utang," tambahnya.


Wacana tax amnesty jilid II sendiri bermula dari pernyataan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia saat menggelar bincang-bincang dengan Sri Mulyani.

"Maaf Bu, mungkin nggak ada tax amnesty lagi. Karena kan di negara lain ada yang sampai 2-3 kali?" tanya Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Menjawab hal itu, Sri Mulyani mengatakan memang semua tidak ada yang tidak mungkin. Pemerintah pun akan memikirkan yang terbaik jika tax amnesty kembali dilakukan.

Tapi belakangan, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa tidak akan ada lagi tax amnesty. Itu dia sampaikan saat menjadi salah satu pembicara di Breakfast Forum yang diselenggarakan ILUNI FEB UI di Graha CIMB Niaga.

"Nggak Prof tidak mungkin ada lagi," kata Suahasil.


Muncul Wacana Tax Amnesty Jilid II, Rizal Ramli: Konyol!


Simak Video "Rizal Ramli Sebut Subsidi untuk Warga Papua Tak Sampai: Kasih ATM"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com