Soal Divestasi PGN, DPR Akan Panggil Ical dan Sugiharto

Soal Divestasi PGN, DPR Akan Panggil Ical dan Sugiharto

- detikFinance
Jumat, 21 Okt 2005 20:18 WIB
Jakarta - Rencana divestasi 7,4 persen saham pemerintah di PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dinilai bermasalah dan menyalahi Peraturan Pemerintah No 33 tahun 2005 tentang tata cara privatisasi perusahaan perseroan. DPR berencana memanggil Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dan Menneg BUMN Sugiharto untuk mengklarifikasi masalah ini. "Itu memang prosedurnya sudah tidak benar. Komisi VI dan Komisi XI tentunya akan meminta penjelasan resmi Menko Perekonomian dan Menneg BUMN," kata Anggota Komisi XI Drajad Wibowo kepada detikcom di Jakarta, Jumat (21/10/2005).Selain itu, kata Drajad, rencana privatisasi PGN juga harus dibatalkan karena prosesnya telah cacat hukum. "Itu tidak bisa diteruskan lagi, bagaimana pun privatisasi PGN harus dibatalkan," ujarnya.Drajad juga menyesalkan soal rencana privatisasi PGN tersebut. Dalam pandangannya, saat ini pemerintah harus menghentikan rencana itu. "Dalam kondisi saat ini, jangan dulu lah aset negara dijual lagi," urainya.Rencana privatisasi PGN diduga telah menyalahi aturan karena proses penentuan underwriternya tidak berdasarkan peraturan pemerintah. Proses penentuan underwriternya dilakukan melalui rapat Tim Kebijakan Privatisasi yang diketuai oleh Menko Perekonomian dan beranggotakan Menneg BUMN pada September 2005. Seharusnya penentuan underwriternya melalui beauty contest.Dalam rapat itu, ditunjuk Danareksa Sekuritas yang dipimpin Lin Che Wei sebagai underwriternya. Lin Che Wei saat ini juga menjabat sebagai tenaga ahli Menko Perekonomian dan Menneg BUMN. Sas-sus yang terdengar, terpilihnya Danareksa Sekuritas sebagai underwriter setelah melalui lobi dari Lin Che Wei. Beauty contest memang dilakukan pada 5 Oktober, namun hal itu hanyalah formalitas belaka karena sebelumnya telah ditentukan siapa pemenangnya. Beauty contest sengaja dilakukan untuk melegalkan kemenangan Danareksa Sekuritas.Direktur Utama Danareksa Sekuritas Lin Che Wei yang dihubungi detikcom hingga kini belum dapat memberikan komentar. Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (20/10/2005) malam dirinya tidak dapa berkomentar karena masih menonton konser. "Saya lagi nonton konser, nanti saja telepon kembali," katanya. Ketika detikcom menghubunginya kembali, Lin Che Wei tidak mengangkatnya. Namun belakangan lewat short messages service (SMS) dia menyatakan, pihaknya menjadi underwriter karena penugasan dari pemerintah. "Yang memberi penugasan adalah pemerintah. Danareksa siap menerima tugas," katanya.Lin Che Wei juga menyatakan, perusahaan yang dipimpinnya sebelum menjadi underwriter telah mengikuti semua proses seleksi. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads