Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Agu 2019 16:25 WIB

Mau Ada Tax Amnesty Lagi, Pengusaha: Jangan Khianati yang Patuh

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai tax amnesty jilid 2 bisa menciptakan ketidakadilan bila dilaksanakan. Pengusaha yang selama ini sudah patuh bakal merasa dikhianati oleh pemerintah.

Ketua Komite Perpajakan Apindo Siddhi Widyapratama mengatakan, selama ini pengusaha yang sudah patuh dan ikut serta dalam tax amnesty telah mengungkapkan (disclosure) hartanya ke pemerintah. Sementara yang tak patuh masih menutup-nutupi hartanya.

"Yang sudah patuh, jangan dikhianati kepercayaannya juga. Kan sudah patuh, tadinya tidak mau disclosure sekarang disclosure. Tiba-tiba sekarang melihat yang di sana bisa diampuni, itu bisa menimbulkan unfairness," kata dia dalam diskusi di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Rabu (14/8/2019).


Jika itu dilakukan, pemerintah tidak akan menciptakan level playing field, yaitu kesempatan berusaha yang sama kepada pelaku usaha satu dengan lainnya. Pasalnya pelaku usaha yang sudah patuh dan ikut tax amnesty sudah masuk sistem dan dipantau oleh pemerintah, sementara yang belum bebas dari pantauan pemerintah.

"Kita juga yang di dalam sistem kami sudah patuh terus nanti akhirnya kita yang merasa, kita merasa dikejar-kejar, intensifikasi, dan sementara yang di luar bebas berkeliaran," jelasnya.

Menurutnya ada cara lain yang bisa dilakukan agar menambah pengusaha yang masuk ke dalam sistem informasi perpajakan. Caranya tak harus melalui tax amnesty jilid II.


"Kita pahami dunia ini kan nggak 100% orang patuh, tidak kita pungkiri. Untuk mengakomodir itu apakah dengan tax amnesty? belum tentu. Jadi gimana rangkul mereka masuk ke dalam sistem bukan selalu bicara ada tax amnesty apa tidak," jelasnya.

Salah satunya, tambah dia, pengusaha bisa melakukan pengungkapan sukarela (voluntary disclosure) hartanya.

Simak Video "Menkeu Sri Mulyani Tinjau Hari Terakhir Tax Amnesty"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com