googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Agu 2019 17:26 WIB

Tax Amnesty Jilid II Bisa Bikin yang Patuh Bayar Pajak Jadi Mangkir

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Tax amnesty jilid II dinilai malah akan membuat wajib pajak yang sudah taat menjadi tidak patuh membayar pajak alias mangkir. Pasalnya akan muncul anggapan bahwa tax amnesty bisa digelar lagi sewaktu-waktu, tak cuma sekali.

"Akan memunculkan moral hazard, memunculkan harapan baru kalau ada tax amnesty kedua, ada tax amnesty ketiga, bisa mengubah perilaku. Yang tadinya disiplin ngapain disiplin," kata Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam dalam diskusi di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Tax amnesty, lanjut dia memang bisa meningkatkan basis pajak. Namun dari tingkat kepatuhan akan berkurang. Untuk jangka panjang menurutnya itu tak bagus bagi pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak.


"Kalau dia diberikan (tax amnesty) berulang, yang tadinya basis pajaknya bisa lebih luas, tapi tingkat kepatuhannya lebih rendah," jelasnya.

Ketua Komite Perpajakan Apindo Siddhi Widyapratama juga menilai demikian. Menurutnya, tax amnesty yang berulang kali dilakukan bisa membuat kepatuhan wajib pajak, dalam hal ini pengusaha malah menurun.

"Kita yang sudah terdaftar di sini (di sistem informasi perpajakan) lama-lama kita memiliki kekhawatiran, orang yang tadinya sudah patuh, coba patuh, lama-lama akan tergoda dalam sistem. Karena nanti yang patuh 'oke nih masih bisa jalan dan ada pengampunan'," ujarnya.

Dia juga menilai tax amnesty tidak lumrah bila dilaksanakan beberapa kali dalam waktu yang berdekatan. Tax amnesty sudah pernah dilaksanakan pada 2016-2017.

"Karena amnesty itu kan agak kurang lazim kalau dalam waktu singkat diberikan berkali-kali," tambahnya.

Simak Video "Menkeu Sri Mulyani Tinjau Hari Terakhir Tax Amnesty"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com