Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Agu 2019 12:36 WIB

Tekor Neraca Dagang RI Capai US$ 1,9 M Sejak Januari

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Neraca Perdagangan Indonesia kembali tekor. Bahkan, bila ditarik dalam rentang 7 bulan sejak awal tahun atau pada periode Januari-Juli 2019, akumulasi defisit neraca dagang RI telah mencapai angka Rp US$ 1,9 miliar.

"Selama Januari-Juli 2019 neraca perdagangan kita masih defisit US$ 1,90 miliar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).

Bila dilihat riwayatnya, sejak Januari 2019, nerca dagang RI hanya surplus 3 kali yakni pada Februari, Maret dan Mei. Sementara sisanya masih mengalami defisit.


Berikut neraca perdagangan RI dari Januari hingga Juli 2019:
Januari defisit US$ 1,16 miliar
Februari surplus US$ 330 juta
Maret surplus US$ 540 juta
April defisit US$ 2,50 miliar
Mei surplus US$ 210 juta
Juni Defisit US$ 200 juta
Juli defisit US$ 60 juta.


Suhariyanto menambahkan, biang kerok kenaikan impor bulan Juli yang bikin neraca dagang tekor tersebut disumbang oleh kenaikan impor minyak dan gas seiring peningkatan konsumsi masyarakat.

"Kalau dilacak ke dalam adalah impor hasil minyak mentah karena gas masih alami kenaikan, non migas juga masih surplus," tandas dia.

Simak Video "Anies Ungkap Beda Data Jumlah Penduduk antara PKK dan BPS"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com