Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Agu 2019 12:50 WIB

Utang Luar Negeri Swasta Turun, Giliran Pemerintah yang Naik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II 2019 US$ 391,8 miliar atau setara dengan Rp 5.563,5 triliun (asumsi kurs RP 14.200). Angka ini tumbuh 10,1%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya 8,1% year on year.

Dari publikasi statistik ULN Indonesia yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) disebutkan pertumbuhan ini didorong karena pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan ULN swasta.

Utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 195,5 miliar atau sekitar Rp 2.776,1 triliun tumbuh 9,1% yoy lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 3,6%.

Kemudian disebutkan, kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia yang semakin meningkat, seiring dengan kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor's pada akhir Mei 2019, mendorong pembelian neto Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan global oleh nonresiden pada triwulan II 2019.


"Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar keterangan tersebut dikutip Kamis, (15/8/2019).

Beberapa sektor yang menggunakan ULN pemerintah yaitu jasa kesehatan dan kegiatan sosial (18,9% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,4%), sektor jasa pendidikan (15,9%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,2%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (14%).

Kemudian untuk utang swasta termasuk BUMN US$ 196,3 atau sekitar Rp 2.787,4 triliun tumbuh 11,4% lebih lambat dibandingkan periode kuartal sebelumnya 13,3%.

Perlambatan ULN swasta terutama disebabkan oleh meningkatnya pembayaran pinjaman oleh korporasi.

"Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9%," jelasnya.



Simak Video "Naik Lagi, Utang Pemerintah Mencapai Rp 4.756 T"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com