Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Agu 2019 11:35 WIB

Kriteria Apa yang Cocok Isi Kursi Menteri PUPR?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Dok. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Foto: Dok. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menutup rapat formasi pejabat negara sekelas menteri untuk periode keduanya. Namun, pembicaraan mengenai calon menteri ramai di masyarakat.

Beberapa kalangan memiliki kriteria yang cocok dan bisa dipertimbangkan oleh kepala negara untuk memilih para 'pembantunya' di 2019-2024, termasuk salah satunya adalah Menteri PUPR. Lantas kriteria seperti apa yang cocok mengisi kursi Menteri PUPR periode mendatang?

Menurut Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Himawan, menilai sosok teknokrat yang sigap dan gesit dibutuhkan untuk posisi ini. Paling penting menurutnya adalah kapasitas pengetahuan mengenai bidang yang digelutinya dan manajerial yang baik.


"Sosok teknokrat yang tidak banyak bicara dan mampu secara sigap dan gesit menjalankan kebijakan atau program pemerintah. Yang paling penting adalah beliau memiliki kapasitas pengetahuan dan manajerial yang sangat mumpuni," kata Fajar.

Fajar mengatakan untuk menteri sendiri sebaiknya diduduki oleh kalangan profesional karena memiliki pengetahuan yang mumpuni serta manajemen yang baik.

"Saya rasa posisi menteri lebih baik berasal dari kalangan profesional atau teknokrat yang memiliki kapasitas managerial dan pengetahuan yang baik," ucap Fajar.


Fajar sendiri memprediksi kursi Menteri PUPR tidak akan tergantikan di periode kedua Jokowi, kini jabatan tersebut diduduki Basuki Hadimuljono. Menurutnya, kinerja Basuki cukup memuaskan sebagai bapak pembangunan di Indonesia selama lima tahun ke belakang.

"Untuk posisi Menteri PUPR sepertinya tidak akan tergantikan sampai dengan 2024 nanti. Jokowi sepertinya sudah sangat nyaman bekerja dengan Pak Basuki dan cukup puas dengan kinerja Kementerian PUPR secara umum," ungkap Fajar.

"Yang mampu mengawal pembangunan infrastruktur yang sangat masif dalam 4-5 tahun belakangan ini," lanjutnya.

Sementara itu, Sekjen Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Andi Rukman menambahkan pekerjaan rumah kementerian yang satu ini adalah menyelesaikan mega proyek yang terkendala pembebasan lahan. Selain itu, dirinya juga menekankan agar swasta lebih banyak dilibatkan dalam pembangunan di seluruh negeri.

"Ke depan PUPR harus menuntaskan beberapa mega proyek yang stuck karena persoalan pembebasan lahan anggaran. Infrastruktur harus terus berjalan, keterlibatan UKM konstruksi serta pemberdayaan pengusaha lokal harus diperhatikan. Yang perlu ditingkatkan juga adalah sinergi BUMN dan Swasta, bukan BUMN antara BUMN," kata Andi kepada detikFinance.

Bahkan, kalau menurut Andi, Basuki yang sekarang menjadi Menteri PUPR dinilai harus dipertahankan. Pasalnya, hasil kerja Basuki dengan timnya dalam empat tahun terakhir menurutnya sangat terasa manfaatnya.

"Saya meyakini pak Basuki adalah salah satu menteri yang dipertahankan di kabinet baru, Hasil Kerja Menteri PUPR, 4 tahun terakhir sangat dirasakan di seluruh wilayah nusantara, ribuan kilometer jalan tol telah terbangun," kata Andi.

"Fasilitas bandara dan pelabuhan semakin baik, kantor perbatasan serta jalan nasional semakin baik," tutupnya.

Siap 'Bantu Jokowi Cari Menteri'? Yuk isi surveinya sekarang! Klik di sini.

Ini link survei untuk bantu Jokowi cari Menteri PUPR

Simak Video "Basuki Jabat Menteri PUPR: Presiden Minta Lanjutkan Infrastruktur"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com