Meski Harganya Naik
Stok Sembako Lebaran Aman
Sabtu, 22 Okt 2005 14:58 WIB
Jakarta - Meski harganya naik, namun stok sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) terutama beras dan gula tetap aman hingga Lebaran. Diakui, kenaikan harga sembako tersebut berkaitan dengan bulan puasa, Lebaran dan kenaikan harga BBM.Untuk itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu berjanji akan menekan gejolak harga. "Supaya tidak ada gejolak harga, untuk itu penting menjaga kecukupan stok dan gangguan distribusi," tambah Mari di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (22/10/2005).Depdag saat ini juga telah berkoordinasi dengan Dephub agar jalur-jalur penyaluran sembako tidak terganggu. Dephub juga telah memetakan beberapa daerah yang potensial mengganggu kelancaran distribusi bahan pokok."Untuk daerah rawan banjir kita naikkan stoknya, terutama untuk beras kita naikkan stoknya 2-3 hari dari biasanya sehingga tidak terganggu jika banjir," ujar Mari.Mengenai harga beras, sampai saat ini Mendag menetapkan beras jenis medium Rp 3.500 per kg. Namun harga tersebut tidak berlaku nasional karena ada beberapa daerah yang berbeda harganya.Penetapan ini dijadikan patokan untuk pelaksanaan operasi pasar. "Kalau harganya naik di atas 25 persen, kita akan lakukan operasi pasar," tegas Mari.Mendag mengakui adaya gejolak harga beras di beberapa daerah akibat adanya kenaikan harga BBM dan terganggunya transportasi. Daerah tersebut antara lain Yogyakarta, Semarang dan Surabaya yang mengalami lonjakan harga sampai 14 persen.Ketika ditanya apakah dalam waktu dekat akan dilakukan impor, Mari mengatakan bahwa impor berkaitan dengan masalah stok dan harga. "Dua komponen itu harus terpenuhi. Kalau stok di bawah 1 juta ton dan harganya Rp 3.500, baru kita akan impor," tutur Mari.
(qom/)











































